Kesbangpol DKI Perkuat Empat Pilar Pembinaan Kebangsaan Bersama Marinir

Danpasmar 1 Mayjen (Mar) Ili Dasili menerima kunjungan Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta Muhammad Matsani di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Senin (6/7). (Foto: Dok. Pasmar 1)

JAKARTA, SPN — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta Muhammad Matsani menegaskan bahwa menjaga Jakarta tidak cukup hanya melalui pendekatan keamanan dan ketertiban. Menurut dia, keberlanjutan keamanan ibu kota juga ditentukan oleh kualitas karakter masyarakat, terutama generasi muda.

Pandangan tersebut menjadi landasan penguatan sinergi antara Kesbangpol DKI Jakarta dan Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang sebelumnya dibahas dalam pertemuan di Markas Pasmar 1, Cilandak, Jakarta Selatan.

Matsani mengatakan aparat kepolisian memang menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan. Namun, upaya menjaga Jakarta sebagai kota global memerlukan keterlibatan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melalui pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

“Menjaga keamanan memang menjadi tugas terdepan aparat kepolisian. Namun, menjaga Jakarta tidak hanya soal keamanan dan ketertiban. Yang juga penting adalah membangun generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, cinta tanah air, serta semangat menjaga persatuan,” kata Matsani saat dihubungi SPN, Jumat (10/7/2026),

Karena itu, lanjut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Kesbangpol menggandeng seluruh unsur Forkopimda untuk membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, dan memiliki komitmen menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Matsani menjelaskan, sinergi dengan Korps Marinir dibangun melalui empat pilar utama. Dua di antaranya menjadi prioritas, yakni penguatan wawasan kebangsaan dan pembentukan karakter bela negara.

Sponsored Banner Pulauseribu.co.id

Penguatan wawasan kebangsaan diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, persatuan, dan cinta Tanah Air kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan pemuda. Sementara pembentukan karakter bela negara ditujukan untuk membangun generasi yang disiplin, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Selain itu, kerja sama tersebut juga mencakup peningkatan kesiapsiagaan bencana melalui edukasi dan pelatihan bersama, serta penguatan ketahanan dan stabilitas wilayah sebagai bagian dari upaya menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif.

Menurut Matsani, keempat pilar tersebut saling melengkapi dalam memperkuat ketahanan daerah.

Ia meyakini keamanan yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga pada masyarakat yang memiliki kesadaran kebangsaan dan rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

“Kami berharap kolaborasi ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat sehingga siap menjaga persatuan dan kedaulatan Indonesia,” tandasnya. ***

Editor: Kemal Maulana