JAKARTA, SPN – Sebanyak 901 paket sembako disalurkan The Anthea Project kepada masyarakat duafa di Kabupaten Kepulauan Seribu. Menariknya, program bantuan tersebut turut memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menjadikan produk olahan lokal sebagai bagian dari isi paket bantuan.
CEO The Anthea Project, Ruhani Nitiyudo, menyerahkan bantuan kepada penerima manfaat di wilayah Kepulauan Seribu Selatan dan Kepulauan Seribu Utara.
Berbeda dengan program bantuan sosial pada umumnya, penyaluran sembako kali ini melibatkan produsen dan warung lokal sebagai pemasok kebutuhan pangan sehingga manfaatnya turut dirasakan pelaku usaha di wilayah kepulauan.
Setiap paket bantuan berisi beras 10 kilogram, minyak goreng satu liter, gula pasir, teh celup, abon, kerupuk ikan, serta teri olahan asal Pulau Lancang yang diproduksi oleh pelaku UMKM Kepulauan Seribu.
Pendamping UMKM Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Ukhriyatul Ambiyah, mengatakan pelibatan produk lokal dalam program bantuan menjadi langkah nyata untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
“Melalui program ini, bantuan sembako tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menggerakkan UMKM Kepulauan Seribu dengan melibatkan warung dan produsen lokal sebagai penyedia kebutuhan pokok. Model seperti ini memberikan manfaat ganda karena ekonomi masyarakat ikut tumbuh seiring penyaluran bantuan,” ujar Ukhriyatul.
Di Kepulauan Seribu Selatan, bantuan diberikan kepada 464 penerima manfaat yang tersebar di Pulau Tidung, Pulau Lancang, Pulau Pari, dan Pulau Untung Jawa. Sementara di Kepulauan Seribu Utara, sebanyak 437 paket disalurkan kepada warga di Pulau Harapan, Pulau Sabira, Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, dan Pulau Kelapa Dua.
Secara keseluruhan, The Anthea Project menyiapkan 1.298 paket sembako. Sebanyak 901 paket disalurkan kepada masyarakat duafa di Kepulauan Seribu, sedangkan 397 paket lainnya didistribusikan kepada penerima manfaat di wilayah Sawangan, Depok.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi antara kegiatan sosial dan pemberdayaan UMKM sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. ***

