Kepulauan Seribu Kembangkan Integrated Farming, Padukan Kandang Bebek dan Pengolahan Limbah Organik

Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, meresmikan program integrated farming berupa kandang bebek dan pengolahan limbah organik di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan, Senin (6/7/2026). Program ini mendukung pengelolaan sampah dari sumber sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

JAKARTA, SPN – Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu meresmikan kandang bebek di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan. Program ini menjadi salah satu inovasi pemanfaatan sampah organik sebagai pakan ternak sekaligus mendukung pelaksanaan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Peresmian dilakukan oleh Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan pada Senin (6/7/2026). Melalui program tersebut, sampah organik diharapkan dapat dimanfaatkan sehingga mampu mengurangi volume sampah sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Bebek diberi pakan dari sampah organik yang telah diolah. Hasilnya cukup baik, bahkan dalam dua hari sudah mulai produktif bertelur,” kata Fadjar Senin, (6/7/2026).

Meski demikian, Fadjar mengingatkan pakan bebek tidak hanya mengandalkan sampah organik. Menurutnya, pakan tambahan tetap diperlukan agar kesehatan dan produktivitas ternak tetap terjaga.

Ia mengatakan, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu akan terus melakukan pendampingan terhadap program tersebut.

“Ini pengalaman pertama yang akan terus dievaluasi. Jika berhasil, model ini bisa diterapkan di pulau-pulau lain. Kami juga akan melibatkan berbagai pihak untuk mendukung pengembangannya,” ujarnya.

Sponsored Banner Pulauseribu.co.id

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Achmad Hariadi mengatakan program ternak bebek di Pulau Untung Jawa merupakan implementasi nyata pengelolaan sampah berbasis pemilahan.

Menurutnya, capaian pelaksanaan Ingub Nomor 5 Tahun 2026 di Kepulauan Seribu saat ini telah mencapai 59 persen. Pengelolaan sampah telah dilakukan di 11 pulau berpenduduk, termasuk melalui pemanfaatan sampah organik sebagai pakan ternak.

“Saat ini ternak bebek di Pulau Untung Jawa menjadi yang pertama dan diharapkan menjadi solusi penanganan sampah organik di Kepulauan Seribu,” kata Hariadi.

Pemkab Kepulauan Seribu berharap inovasi tersebut dapat mendorong wilayah lain mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus mempercepat pencapaian target pelaksanaan Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Peresmian kandang bebek itu turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, perwakilan kecamatan dan kelurahan, finalis Abang None Jakarta Kepulauan Seribu 2026, serta sejumlah perangkat daerah terkait. ***