Trans Flores Kembali Fungsional, Menteri PU Lanjutkan Koordinasi Pasca Gempa NTT

Presiden Prabowo Subianto Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Gempa NTT di Kabupaten Nagekeo NTT. Menteri PU Menyampaikan Laporan Kemajuan Penanganan Gempa, Khususnya di Pulau Palue Perlu Mendapat Perhatian Khusus, Kondisi Infrastruktur dan kebutuhan Dasar Masyarakat Masih Terbatas.
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Gempa NTT di Kabupaten Nagekeo NTT. Menteri PU Menyampaikan Laporan Kemajuan Penanganan Gempa, Khususnya di Pulau Palue Perlu Mendapat Perhatian Khusus, Kondisi Infrastruktur dan kebutuhan Dasar Masyarakat Masih Terbatas.

NAGEKEO, SPN – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melanjutkan koordinasi intensif untuk percepatan penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.

Laporan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto di Posko Penanganan Bencana Alam Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/08/2026).

Menteri Dody menjelaskan, pemulihan konektivitas menjadi fokus utama Kementerian PU sejak hari pertama gempa terjadi. Seluruh jalan nasional yang terdampak longsoran telah dibuka kembali, sementara jalan dan jembatan yang mengalami gangguan ditangani secepatnya untuk memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan.

Dalam rapat koordinasi di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026) yang dipimpin Menko PMK Pratikno, Dody memastikan seluruh jajaran UPT Kementerian PU di NTT bergerak cepat membuka akses dan memulihkan infrastruktur dasar.

“Kami sudah cek kondisi di lapangan. Untuk beberapa titik sudah tertangani, tetapi masih ada yang perlu kami selesaikan. Ada satu jembatan yang masih harus ditangani dan kami terus berpacu agar bisa segera ditangani,” kata Dody.

Dody Hanggodo menyebut, sebagian besar gangguan akses disebabkan longsoran material akibat guncangan gempa. Mengingat aktivitas gempa masih berlangsung, Kementerian PU juga menyiagakan excavator di sejumlah titik yang telah dipetakan sebagai kawasan rawan longsor. Dengan demikian, penanganan dapat segera dilakukan apabila terjadi longsoran susulan.

Selain jalan, Kementerian PU turut menangani jembatan terdampak di Kabupaten Manggarai. Salah satunya Jembatan Wae Pesi yang merupakan jalur penting penghubung Pelabuhan Reo dengan sejumlah wilayah di Manggarai dan menjadi lintasan distribusi BBM.

Jembatan Wae Pesi yang rusak akibat gempa, kini dapat dilalui secara terbatas dengan sistem satu per satu. Kementerian PU juga telah melakukan pengujian menggunakan truk BBM dengan muatan hingga 20 ton dan jembatan dinyatakan masih mampu dilalui.

Sementara untuk Pulau Palue menurut Menteri Pekerjaan Umum, mendapat perhatian khusus karena kondisi infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat yang masih terbatas. “Jadi jalan waktu itu masih tertutup, hari ke dua itu kami langsung kirimkan dua alat berat. Tapi memang karena transportasi kapal Feri masih sangat terbatas, jadi kita kirimnya sampai dua hari. Dari 10 longsoran, Alhamdulillah, sudah kita buka semua,” tuturnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.