JAKARTA,SPN – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi secara menyeluruh di Indonesia. Ia menyebut korupsi sebagai penyakit berbahaya yang bisa menghancurkan negara jika tidak ditangani tegas.
Pernyataan itu dikemukakan Prabowo saat menghadiri peluncuran dan peletakan batu pertama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, pada Selasa (25/08/2026).
Presiden mengemukakan, kekuatan negara intinya adalah bahwa semua aset bangsa, semua kekayaan bangsa harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan sejujur-jujurnya, dengan dasar patriotisme cinta tanah air, cinta rakyat, rasa tanggung jawab yang sangat besar. Karenanya, Presiden menegaskan Pemerintah harus memerangi dan memberantas praktik korupsi hingga ke akar-akarnya.
Kepala Negara mengakui masih ada pihak yang meragukan keseriusan Pemerintah dalam memberantas korupsi. Presiden memastikan Pemerintah sungguh-sungguh melakukan upaya tersebut. Menurut Prediden, pemberantasan korupsi dan penutupan kebocoran keuangan negara memiliki dampak langsung terhadap kemampuan pemerintah dalam menangani berbagai persoalan.
Presiden Prabowo Subianto mengakui, selama ini Pemerintah selama ini telah berupaya menghentikan berbagai kebocoran keuangan negara, namun upaya tersebut belum cukup dan harus terus diperkuat.
Untuk diketahui, peluncuran PLTS 100 Gigawatt peak (GWp) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air, yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.








