Mimika, SPN – PT Freeport Indonesia (PTFI) mendukung pemberdayaan Mama-mama Kamoro melalui pelatihan pengolahan pangan lokal. Program ini menyasar ibu-ibu di wilayah pesisir Mimika agar bisa menciptakan makanan bernilai gizi tinggi sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Sebanyak 40 mama-mama Kamoro dari delapan kampung pesisir di Kabupaten Mimika mengikuti pelatihan pengolahan bahan pangan lokal yang diselenggarakan Keuskupan Timika melalui Koperasi Maria Bintang Laut dengan dukungan PTFI.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Sagu, Kompleks Keuskupan Timika, Papua Tengah, belum lama ini, bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Ketua Koperasi Maria Bintang Laut, Benyamin Meo, mengatakan kolaborasi tersebut memberikan keterampilan baru kepada mama-mama Kamoro dalam mengolah pangan lokal bergizi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Menurut Benyamin, pelatihan ini merupakan bagian dari kelanjutan Program Ekonomi (PRONOMI) IV yang dijalankan PTFI sejak 2017 di delapan kampung binaan, yakni Nawaripi, Koperapoka, Ayuka, Tipuka, Nayaro, Vanamo, Omawita, dan Ohotya.
Selama dua hari pelatihan, peserta belajar mengolah berbagai bahan pangan lokal seperti ikan, tambelo, singkong, ubi, kelapa, dan pisang menjadi aneka produk bernilai tambah, di antaranya lemet, kerupuk ikan, kerupuk tambelo, pisang molen, nagasari, hingga bolu pisang.
Vice President Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, menegaskan pelatihan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong pemanfaatan pangan lokal yang memiliki nilai gizi sekaligus nilai ekonomi.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta, dapat diterapkan dalam keluarga dan dibagikan kepada masyarakat di kampung, sehingga semakin banyak warga yang memanfaatkan bahan pangan lokal secara kreatif dan produktif.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, Yohana Arwam, mengapresiasi sinergi antara PTFI, Keuskupan Timika, dan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam meningkatkan kapasitas perempuan lokal.

Menurutnya, pelatihan pengolahan pangan lokal menjadi langkah nyata untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi daerah yang dapat memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat pesisir.


