Ada JIAT di Pulau Yamdena Maluku, Petani Kini Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Jaringan Irigasi Air Tanah Tenaga Surya
Jaringan Irigasi Air Tanah Tenaga Surya

Saumlaki, SPN – Kehadiran Jaringan Irigasi Air Tanah JIAT di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, membawa angin segar bagi petani. Dengan sistem irigasi baru ini, petani kini bisa panen padi hingga 3 kali dalam setahun.

Sebelumnya, lahan pertanian di Yamdena hanya mengandalkan air hujan. Akibatnya pola tanam terbatas dan hasil panen hanya 1-2 kali setahun. Musim kemarau panjang sering membuat gagal tanam.

Hasil Panen Padi Petani Desa di Yamdena MDB
Hasil Panen Padi Petani Desa di Yamdena MDB

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo menegaskan pembangunan JIAT merupakan langkah strategis untuk menjamin ketersediaan air, terutama saat musim kemarau yang dipicu fenomena El Nino. Dengan sistem irigasi yang lebih andal, produktivitas pertanian diharapkan meningkat signifikan.

“Melalui JIAT ini, kita ingin memastikan ketersediaan air sehingga produktivitas pertanian meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat,” kata Menteri Dody, Senin (20/07/2026).

Jelajahi Keindahan Tropis Kepulauan Seribu
Ad ⓘ

Selain itu, Menteri Dody juga menekankan agar pengembangan JIAT tidak hanya berfokus pada pembangunan sumur dan pompa air tanah, tetapi juga dilengkapi dengan jaringan saluran tersier sesuai dengan kondisi morfologi lahan sehingga mampu mengalirkan air secara lebih efektif hingga ke lahan pertanian.

Dengan adanya Jaringan Irigasi Air Tanah, masyarakat desa merasa sangat terbantu dalam mengelola lahan pertanian. Yohanes, satu dari sekian banyak petani desa Olilit mengaku, sangat terbantu dengan adanya JIAT. Tahun ini Ia sudah panen dua kali dan sedang mempersiapkan lahan ntuk tanam ketiga.

“Dulu tunggu hujan. Sekarang ada air, kami berani tanam terus. Hasilnya juga lebih bagus,” katanya.

Pemerintah daerah berharap JIAT di Yamdena bisa menjadi percontohan pengembangan pertanian lahan kering di wilayah kepulauan lain di Maluku. Selain padi, sistem ini juga akan dikembangkan untuk komoditas jagung, kacang-kacangan, dan hortikultura.

Dengan panen 3 kali setahun, ketahanan pangan di Pulau Yamdena ditargetkan semakin kuat dan bisa menyuplai kebutuhan daerah sekitar.

Selain menjaga ketersediaan air, Kementerian PU juga terus memperkuat jaringan irigasi guna mendukung produktivitas pertanian di berbagai wilayah.

No More Posts Available.

No more pages to load.