Pembangunan Permanen Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh Dikebut

Avatar photo
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh (Foto : Ilustrasi Birkom PU)
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh (Foto : Ilustrasi Birkom PU)

Jakarta SPN – Pemerintah mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pascabencana banjir bandang sekaligus upaya memperluas akses pendidikan bagi keluarga rentan.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menilai kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya penting untuk pemulihan sosial, tetapi juga menjadi langkah strategis memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang lebih layak dan berkelanjutan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul sejak dini. Menurutnya, infrastruktur pendidikan harus dibangun cepat namun tetap berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat.

“Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat,” ujar Dody. Pada siaran pers, Sabtu (31/01/2026)

Ilustrasi Denah Sekolah Rakyat Thap II di Aceh (Foto : Birkom PU)
Ilustrasi Denah Sekolah Rakyat Thap II di Aceh (Foto : Birkom PU)

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh dilaksanakan melalui dua paket pekerjaan dengan total anggaran sekitar Rp1,53 triliun yang bersumber dari APBN 2025–2026. Paket Aceh 1 dikerjakan oleh PT PP–PT Wijaya Karya (KSO), sementara Paket Aceh 2 dilaksanakan oleh PT Waskita Karya.

Sekolah Rakyat Aceh 1 tersebar di Kabupaten Aceh Besar, Bireuen, dan Kota Lhokseumawe dengan progres fisik mencapai 2,81 persen per 30 Januari 2026. Proyek ini ditargetkan rampung pada Juli 2026. Sementara Sekolah Rakyat Aceh 2 yang mencakup Nagan Raya, Subulussalam, dan Aceh Singkil telah mencapai progres 1,70 persen dan ditargetkan selesai Agustus 2026.

Sekolah Rakyat Tahap II dibangun secara permanen di atas lahan 5–10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah. Setiap lokasi dilengkapi asrama siswa dan guru, ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium, perpustakaan digital, hingga fasilitas pendukung seperti klinik kesehatan, lapangan olahraga, dapur sehat, dan ruang kegiatan siswa.

Selain mendukung proses belajar, desain bangunan juga memperhatikan aspek mitigasi bencana agar sekolah tetap aman di wilayah rawan bencana seperti Aceh.

Secara nasional, Sekolah Rakyat Tahap II dibangun di 104 lokasi di 32 provinsi dengan target menampung lebih dari 112 ribu siswa. Hingga akhir Januari 2026, progres fisik nasional telah mencapai 4,56 persen dan ditargetkan dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran 2026/2027.