Flyover Sitinjau Lauik Masih Terkendala Lahan, Progres Baru 12 Persen

Avatar photo
Menteri Dody Saat Tinjau Penanganan Tanggap Darurat Sungai Air Dingin di Padang (Foto : Birkom PU)
Menteri Dody Saat Tinjau Penanganan Tanggap Darurat Sungai Air Dingin di Padang (Foto : Birkom PU)

Padang SPN – Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik belum bisa berjalan maksimal. Hingga akhir Januari, progres proyek di jalur rawan Padang–Solok ini masih bertahan di angka 12 persen. Masalah utama yang ditemui di lapangan adalah pembebasan lahan yang belum tuntas di sejumlah titik.

Kondisi ini terlihat saat lokasi proyek ditinjau pada Kamis (29/1). Sejumlah alat berat sebenarnya sudah berada di area kerja, namun belum sepenuhnya beroperasi karena lahan masih milik warga.

“Rute yang ada sekarang sangat berat, terutama untuk angkutan logistik yang susah menanjak. Dengan flyover ini kita harapkan kemacetan berkurang, arus logistik lancar, dan yang paling penting angka kecelakaan bisa ditekan sampai nol,” kata Menteri PU Dody Hanggodo di lokasi.

Ia mengakui, kesiapan konstruksi tidak menjadi masalah. Hambatan justru datang dari proses pembebasan lahan yang berjalan lebih lambat dari rencana.

“Progresnya memang masih 12 persen karena pembebasan lahan tidak semudah itu. Saya akan minta Gubernur dan pihak terkait untuk mempercepat dan merealisasikan komitmennya,” ujarnya.

Menurutnya, kontraktor sudah menyiapkan alat dan material, namun belum bisa bekerja optimal. “Lahannya masih milik masyarakat, jadi belum bisa dibebaskan. Harapannya paling lambat bulan ini semuanya bisa selesai,” tambahnya.

Menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran, perhatian juga diarahkan pada kelancaran lalu lintas di sekitar proyek. Kementerian PU disebut akan menyiapkan posko serta alat berat di titik-titik rawan, sekaligus membatasi pergerakan truk besar pada periode H-7 hingga H+7 Lebaran.

Flyover Sitinjau Lauik sendiri dirancang untuk menjawab persoalan klasik di jalur Padang–Solok yang dikenal curam, berliku, dan kerap memicu kecelakaan, sekaligus menjadi penopang kelancaran logistik di Sumatera Barat.