Tanah Datar SPN – Lokasi usulan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap 2 di Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, mulai dikaji. Lokasi baru yang diajukan pemerintah daerah ini ditinjau langsung bersama jajaran terkait untuk melihat kesiapan lahan sebelum pembangunan dilakukan.
Dalam peninjauan tersebut, disampaikan bahwa kondisi lahan memiliki kemiringan cukup tajam sehingga memerlukan penanganan awal. Selain itu, masih terdapat kendala terkait penyediaan air minum dan listrik.
“Ini kan lokasinya baru diusulkan untuk menggantikan yang lama. Kemiringannya memang cukup terjal, jadi harus dibereskan dulu. Memang masih ada kendala urusan air minum dan PLN, tapi kalau itu bisa kita bantu sama-sama,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo. Kamis (29/01/2026)

Ia menegaskan, hal paling mendesak saat ini adalah penyelesaian administrasi lahan, terutama sertifikasi, agar perencanaan teknis bisa segera dimulai.
“Yang paling utama sekarang adalah pendaftaran lahan. Sampai saat ini sertifikatnya belum kami terima. Sementara itu, tim akan mulai bekerja untuk desain dan persiapan teknis lainnya,” katanya.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menjelaskan, lokasi baru ini dipilih karena memenuhi kebutuhan luasan lahan yang dipersyaratkan untuk Sekolah Rakyat.
“Lokasi sebelumnya kurang dari 10 hektare, sementara di sini tersedia 13,3 hektare. Memang tanahnya miring, jadi tugas kami menyiapkan land clearing dan administrasi agar bisa segera disampaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra menilai peninjauan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat setempat.
“Ini luar biasa bagi masyarakat Tanjung Alam. Harapan masyarakat terhadap pembangunan ke depan sangat besar dan kami merasakan perhatian pemerintah,” katanya.











