JAYAPURA, SPN – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang memastikan empat korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Jayawijaya bukan anggota intelijen TNI seperti narasi yang beredar di media sosial.
“Saya pastikan keempat korban adalah warga sipil,” kata Pangdam di Jayapura, pada hari Minggu kemarin.
Keempat korban terdiri dari tiga ASN dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dan seorang sopir bernama Aris Sanda, bukan anggota TNI atau Intel TNI.
Kronologi Singkat
Insiden berdarah terjadi pada Rabu, 9 September 2026 sekitar pukul 15.45 WIT di Distrik Muliama. Tiga pegawai Dinas Pertanian ditembak mati saat bertugas melayani petani. Ketiganya berinisial WB (24), AR (49) yang menjabat Kabid Peternakan dan AAM (35).
Tidak lama berselang, sopir logistik Aris Sanda (41), warga Toraja, ditemukan tewas dengan kendaraan hangus di kawasan Danau Habema, Distrik Trikora saat membawa logistik rute Wamena Mbua.
TNI-Polri Buru Pelaku
Pangdam menyampaikan bela sungkawa dan menegaskan TNI-Polri terus mengejar pelaku. Kasus penembakan warga sipil ini menjadi perhatian serius.
Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi berada di Wamena untuk koordinasi dengan pemda dan masyarakat. Pangdam menyebut persiapan personel dan persenjataan terus dilakukan untuk mengantisipasi aksi KKB.
“Secara teknis saya tidak bisa menjelaskan apa yang dilakukan namun yang terpenting adalah TNI berkomitmen untuk menciptakan situasi yang aman di Tanah Papua,” ujarnya.









