PALANGKA RAYA, SPN – Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masih dilanda darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Sabtu (24/10/2026). Kabut asap pekat menyelimuti kota, jarak pandang menyusut hingga 100 meter, bahkan di beberapa ruas jalan hanya 20 meter.
Data Dashboard Karhutla Kota Palangka Raya pukul 11.00 WIB menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 1.247, kategori berbahaya. Sementara ISPU Provinsi Kalimantan Tengah tercatat 1.533. Angka itu jauh di atas ambang batas berbahaya 300, dengan polutan utama PM2.5 yang dapat masuk ke saluran pernapasan.
Kondisi ini membuat warga mengeluh sesak napas saat beraktivitas di luar rumah. Jalan Yos Sudarso, Bundaran Besar, Jalan Tjilik Riwut, hingga kawasan Sungai Kahayan tertutup asap. Pengendara harus ekstra hati-hati karena pandangan ke kendaraan di depan sangat terbatas.
Faktor utama yang memperparah adalah luasnya lahan gambut yang mengering di musim kemarau. Api merambat di bawah permukaan tanah hingga kedalaman beberapa meter, menghasilkan asap cair dan partikulat halus yang jauh lebih pekat dan beracun. Pembukaan lahan dengan cara membakar yang tidak terkontrol kerap menjadi pemicu titik api baru.
Data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng hingga 23 Oktober 2026 mencatat 6.952 kejadian dengan luas lahan terbakar 20.108,18 hektare di seluruh provinsi. Khusus Palangka Raya tercatat 957 kasus dengan luas 1.286,94 hektare.
Kemenkes mencatat 333.470 kasus ISPA kumulatif sejak 18 Agustus hingga 21 Oktober 2026, dengan 75.172 kasus terjadi pada balita. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta warga membatasi aktivitas luar ruangan, memakai masker KN95, dan melindungi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, serta lansia.
Dampak ekonomi juga terasa. Aktivitas perkebunan, pengangkutan hasil, hingga penerbangan terganggu. Penanganan karhutla tidak hanya butuh pemadaman darurat, tetapi juga pemulihan ekosistem gambut, penegakan hukum tegas terhadap pelaku pembakaran, serta perlindungan jaring pengaman sosial bagi masyarakat terdampak.









