Pemprov DKI dan Danantara Duduk Bersama Percepat Pengembangan PSEL

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) memimpin pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani (kiri) beserta jajaran untuk membahas percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta. (Foto: Instagram @pramonoanungw)

JAKARTA, SPN — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mempercepat transformasi pengelolaan sampah menjadi energi melalui pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Upaya tersebut diperkuat melalui pertemuan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas percepatan realisasi proyek PSEL sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pengelolaan sampah perkotaan yang modern, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Pramono mengatakan sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Danantara diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan proyek dengan tetap mengedepankan kepastian hukum, tata kelola yang baik, serta pembagian kewenangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Koordinasi erat antara Pemerintah Jakarta dan Danantara diharapkan dapat mempercepat realisasi program ini dengan tetap menjaga kepastian hukum, tata kelola yang baik, dan pembagian kewenangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tulis Pramono melalui akun Instagram resminya, Jumat, (10/7/2026).

Percepatan pembangunan PSEL sejalan dengan implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah sebagai bagian dari strategi nasional meningkatkan pengelolaan sampah sekaligus mendukung ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun SPN, sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan tiga lokasi pembangunan PSEL, yakni Bantargebang, Rorotan, dan Sunter.
PSEL Bantargebang dirancang mampu mengolah sekitar 3.000 ton sampah per hari, terdiri atas 2.000 ton sampah baru dan 1.000 ton sampah lama.

Sponsored Banner Pulauseribu.co.id

Sementara PSEL Rorotan diproyeksikan memiliki kapasitas sekitar 2.000 ton sampah baru per hari.

Adapun fasilitas di Sunter merupakan pengembangan dari proyek Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter yang kini kembali didorong sebagai bagian dari program PSEL Jakarta dengan kapasitas pengolahan sekitar 2.500 ton sampah baru per hari.

Dengan total kapasitas sekitar 7.500 ton sampah per hari, ketiga fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian Jakarta dalam pengelolaan sampah, mengurangi beban TPST Bantargebang, serta menghasilkan energi listrik dari sampah sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota global yang berkelanjutan.

Melalui unggahan ini, Pramono Anung seperti memastikan kepada publik bahwasanya kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis, sekaligus mengakselerasi implementasi kebijakan nasional di sektor pengelolaan sampah berbasis energi. ***