JAKARTA, SinarPagiNews – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa 13 Oktober 2026, diprediksi bergerak fluktuatif dan berpotensi melemah terbatas.
Berdasarkan data pasar spot terkini, USD/IDR berada di level Rp17.938,5 per dolar AS, menguat tipis dari penutupan kemarin.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi pergerakan rupiah hari ini akan berada di rentang Rp17.910 – Rp17.960 per dolar AS untuk perdagangan Selasa, dan Rp17.780 – Rp18.060 untuk sepekan ini.
Faktor Pemicu:
- Prakiraan Cuaca Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026: 38 Ibu Kota Provinsi, Jakarta Hujan Ringan, Pekanbaru Berkabut Asap
- Amir Hamzah: Gubernur Perlu Bentuk Holding Transportasi DKI, Kadishub Tak Berwenang Nilai Kelayakan LRT
- Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 23 September 2026: Dolar AS di Rp 17.844, Waspada Tembus Rp 17.930
Penguatan terbatas rupiah didorong penurunan harga minyak Brent yang turun 0,91% ke US$103,95 per barel dan indeks dolar AS yang melemah ke 102,2. Sentimen ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Ukraina-Rusia sepakat gencatan senjata energi dan Rusia siap pasok 300 ribu ton solar ke pasar global.
Namun laju penguatan tertahan tensi geopolitik Timur Tengah setelah serangan Houthi ke bandara Riyadh.
Kurs Dolar di Bank Besar Hari Ini:
1. BCA:
– Beli: Rp16.570 / Jual: Rp16.590
– TT Counter Beli: Rp16.410 / Jual: Rp16.710
2. BRI:
– Beli: Rp16.558 / Jual: Rp16.585
3. Mandiri:
– Beli: Rp16.580 / Jual: Rp16.610
4. BNI:
– Beli: Rp16.553 / Jual: Rp16.573 13d6
Kurs Referensi BI (JISDOR):
Berdasarkan data Bank Indonesia terbaru, kurs tengah Dolar AS berada di Rp17.791,51 (jual) dan Rp17.614,49 (beli) untuk acuan transaksi.
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat tipis di kisaran Rp17.870-Rp17.900 jika harga minyak terus turun. Masyarakat diimbau waspada dan cek update kurs sebelum transaksi valas.










