JAKARTA, SPN – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (06/10/2026) diprediksi bergerak fluktuatif namun cenderung melemah.
Pada penutupan Senin sore (05/10/2026), Rupiah ditutup melemah 35 poin atau 0,20 persen ke level Rp17.917 per Dolar AS dari sebelumnya Rp17.882 per Dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi memperkirakan untuk perdagangan hari ini Rupiah akan bergerak di rentang Rp17.910 – Rp17.960 per Dolar AS, sementara untuk sepekan 5-9 Okt di rentang Rp17.750 – Rp18.050.
Pelemahan dipicu sentimen eksternal, memanasnya konflik Timur Tengah. Serangan Houthi ke fasilitas Saudi Aramco memicu kekhawatiran pasokan energi global. Indonesia disebut kehilangan 25 pren sumber pasokan impor BBM sejak konflik, sehingga pemerintah bersama Pertamina mencari sumber alternatif dengan harga lebih tinggi demi menjaga stok nasional 18-20 hari.
Kurs Acuan Perbankan per 5 Oktober (jadi patokan pagi ini):
– Bank Mandiri: Jual Rp16.825 / Beli Rp16.795
– BRI: Jual Rp18.045 / Beli Rp17.745
– Permata: Jual Rp18.035 / Beli Rp17.825
Pasar hari ini juga menunggu data AS: ISM Services PMI, data ketenagakerjaan, risalah FOMC, dan sentimen konsumen Michigan yang akan mempengaruhi Dolar AS.









