Mubes The Jakmania 2026 Dikawal Independen, Larico Soroti Kriteria Ketum Baru

Ketua Steering Committee (SC) Mubes The Jakmania 2026, M. Larico Ranggamone, menjelaskan perkembangan proses konsolidasi organisasi menjelang pelaksanaan Mubes. Larico merupakan mantan Ketua Umum The Jakmania yang memimpin organisasi pada periode 2010–2014.

JAKARTA, SPN – Ketua Steering Committee (SC) Mubes The Jakmania 2026, M. Larico Ranggamone, menegaskan seluruh rangkaian Musyawarah Besar (Mubes) The Jakmania akan dijalankan secara independen dan mengedepankan mekanisme kaderisasi organisasi.

Menurut Larico, independensi menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan Mubes agar proses regenerasi kepemimpinan berjalan sesuai aspirasi anggota dan aturan organisasi.

Sponsored Banner Pulauseribu.co.id

“Proses ini lahir dari kaderisasi The Jakmania, sehingga harus berjalan independen dan sesuai mekanisme organisasi,” kata Larico saat berbincang dengan SPN di Jakarta, Selasa malam (23/6/2026).

Larico yang juga mantan Ketua Umum The Jakmania periode 2010–2014 mengatakan, keberagaman latar belakang anggota tidak akan memengaruhi jalannya proses organisasi.

Ia menegaskan, seluruh anggota yang terlibat dalam tahapan Mubes tetap berada dalam satu identitas sebagai bagian dari keluarga besar The Jakmania.

“Meskipun ada yang berasal dari berbagai latar belakang organisasi, ketika sudah di dalam forum, mereka adalah Jakmania,” ungkapnya.

Saat ini, tahapan Mubes memasuki proses Musyawarah Wilayah (Muswil) yang dilakukan di seluruh wilayah sebagai bagian dari evaluasi organisasi. Muswil menjadi forum untuk menilai kinerja koordinator wilayah selama tiga tahun terakhir sebelum memasuki tahapan pemilihan kepemimpinan di tingkat pusat.

Selain menyoroti proses organisasi, Larico juga menyampaikan pandangannya mengenai sosok ketua umum yang dibutuhkan The Jakmania ke depan.

Menurut dia, pemimpin organisasi suporter tidak hanya harus memahami dinamika internal, tetapi juga memiliki keberanian menetapkan target dan arah organisasi secara jelas.

“Ketua umum harus berani memberikan target dan memiliki visi yang jelas untuk organisasi,” lanjut Rico memaparkan.

Ia menilai kepemimpinan yang mampu membangun optimisme anggota akan menjadi modal penting dalam mengawal dukungan terhadap Persija Jakarta.

Di sisi lain, kemampuan komunikasi publik juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Ketua umum, kata Larico, akan berinteraksi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, manajemen klub, hingga kelompok suporter lainnya.

“Public speaking itu penting karena ketua umum akan berhadapan dengan banyak sektor,” ujarnya.

Larico juga menanggapi situasi Persija Jakarta yang belum meraih hasil maksimal dalam sejumlah pertandingan terakhir. Menurut dia, kondisi tersebut merupakan bagian dari dinamika sepak bola yang harus disikapi secara dewasa oleh suporter. Sehingga sosok Ketum Jakmania yang berani memiliki target clubnya menang itu yang dibutuhkan.

“Dalam sepak bola ada menang dan kalah. Tugas suporter adalah tetap mendukung dan memberikan energi positif kepada tim,” tambahnya.

Ia berharap Mubes The Jakmania 2026 dapat menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat organisasi sekaligus menjaga peran suporter dalam mendukung perkembangan Persija Jakarta dan sepak bola nasional. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.