Menteri PU Dody Hanggodo: Bendungan Pelosika Dongkrak Indeks Tanam 220 Persen Jadi 300 Persen

Foto Ilustrasi Bendungan Pelosika. Kementerian PU Siapkan Pembangunan Bendungan Pelosika di Konawe Sultra Senilai Rp9,8 T. Kapasitas 1,117 miliar Kubik, Terbesar Ketiga di Indonesia, Konstruksi 2026-2030, Irigasi 20.458 Ha.
Foto Ilustrasi Bendungan Pelosika. Kementerian PU Siapkan Pembangunan Bendungan Pelosika di Konawe Sultra Senilai Rp9,8 T. Kapasitas 1,117 miliar Kubik, Terbesar Ketiga di Indonesia, Konstruksi 2026-2030, Irigasi 20.458 Ha.

JAKARTA, SPN – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air (SDA) periode 2025-2029.

Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sulawesi Tenggara dan Indonesia bagian timur. Pembangunan diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan air, pengendalian banjir, serta pengembangan energi.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan bendungan perlu berjalan selaras dengan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi agar air yang ditampung dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama untuk pertanian.

“Suplai air yang berkelanjutan menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” kata Menteri Dody di Jakarta, Jumat (18/09/2026).

Saat ini, pembangunan Bendungan Pelosika berada dalam tahap pemrograman dan siap memasuki proses lelang. Pelaksanaan konstruksi direncanakan berlangsung pada 2026–2030 dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp9,8 triliun.

Secara teknis, bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung total 1,117 miliar m³, dengan tampungan efektif 808 juta meter kubik. Luas genangan mencapai 5.451,56 hektare, sedangkan luas daerah tangkapan air mencapai 2.780,93 km kubik.

Dari sisi irigasi, Bendungan Pelosika akan mendukung layanan seluas 20.458 hektare, terdiri atas 12.678 hektare daerah irigasi fungsional dan 7.780 hektare daerah irigasi potensial. Ketersediaan air tersebut diharapkan meningkatkan indeks pertanaman dari 220 persen menjadi 300 persen, sehingga lahan yang sebelumnya dapat ditanami dua kali setahun berpotensi menjadi tiga kali.

Manfaat lainnya yakni penyediaan air baku sebesar 750 liter/detik untuk 285.785 jiwa di Konawe, mereduksi banjir hingga 7.215 hektare, serta Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 40 MW yang bisa menerangi Konawe hingga Kota Kendari.

Untuk mendukung keamanan bendungan, desain Pelosika dilengkapi pelimpah utama tipe ogee serta pelimpah darurat tipe broad-crest.

Kehadiran Bendungan Pelosika merupakan bagian penting dari upaya Kementerian PU dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air di Sulawesi Tenggara, khususnya untuk mendukung ketahanan pangan, ketahanan air, pengendalian banjir, dan pemanfaatan energi secara berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.