Jakarta SPN – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat kesiapan infrastruktur jalan dan tol berkontribusi besar terhadap kelancaran arus mudik dan balik Natal 2025–Tahun Baru 2026 (Nataru). Hal itu disampaikan Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti dalam Rapat Kerja dan RDP evaluasi layanan infrastruktur dan transportasi bersama Komisi V DPR RI, Selasa (20/1/2026).
Menurut Diana, dukungan PU difokuskan pada pengoperasian ruas tol baru, peningkatan layanan operasional, serta penguatan konektivitas jalan nasional dan daerah.

Saat Nataru, total jalan tol operasional mencapai sekitar 3.116 km yang dikelola 76 ruas oleh 54 BUJT, dilengkapi 136 rest area, 189 SPKLU, dan 539 gerbang tol. Pemerintah juga membuka 142 km tol fungsional sementara di sejumlah wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan untuk membantu kelancaran arus lalu lintas.
Untuk meningkatkan layanan, diterapkan diskon tarif tol 10–20% pada 22, 23, dan 31 Desember 2025 di sejumlah ruas utama. Khusus Tol Manado–Bitung, diskon berlaku lebih panjang hingga 10 Januari 2026.
PU juga melakukan peningkatan kapasitas di beberapa titik padat, seperti pelebaran lajur Jakarta–Cikampek, Cikampek–Palimanan, dan Tangerang–Merak, serta pemasangan lane control signal untuk pengaturan lalu lintas.
Pembatasan operasional angkutan barang diberlakukan pada periode tertentu, yang menurunkan volume kendaraan berat sekitar 33% dibanding kondisi normal.
Selama periode Nataru, tercatat sekitar 3,2 juta kendaraan keluar Jakarta dan 3,1 juta masuk Jakarta. Puncak arus mudik terjadi pada 20 dan 24 Desember 2025.
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengapresiasi kerja seluruh pemangku kepentingan. Ia menilai penanganan Nataru kali ini berjalan baik dan menunjukkan penurunan angka kecelakaan dibanding tahun sebelumnya.











