BOGOR, SPN – Sebuah formasi batu di kawasan lereng Gunung Salak, Jawa Barat, menjadi perhatian masyarakat setelah disebut memiliki kemiripan dengan Great Sphinx of Giza, monumen bersejarah dari Mesir Kuno.
Formasi batu yang oleh sebagian warga dijuluki “Patung Fir’aun” tersebut terlihat menyerupai sosok berkepala manusia dengan bentuk tubuh menyerupai singa dalam posisi berbaring jika dilihat dari sudut tertentu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait asal-usul, status, maupun nilai sejarah dari formasi batu tersebut.
Penamaan “Patung Fir’aun” yang berkembang di tengah masyarakat sejauh ini merupakan sebutan populer karena adanya kemiripan visual dengan Sphinx di Mesir. Tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan formasi batu tersebut memiliki keterkaitan dengan peradaban Mesir Kuno.
Dalam kajian sejarah, Great Sphinx of Giza merupakan salah satu peninggalan paling terkenal dari Mesir Kuno yang berada di kawasan Dataran Tinggi Giza. Monumen tersebut memiliki bentuk kepala manusia dan tubuh singa, yang dalam kebudayaan Mesir melambangkan kekuatan, kewibawaan, serta kebijaksanaan.
Sementara itu, keberadaan formasi batu di Gunung Salak perlu dilihat melalui kajian ilmiah, termasuk penelitian geologi maupun sejarah, untuk mengetahui proses terbentuk dan nilai pentingnya.
Kreator sejarah Mamang Badar mengatakan, kemiripan bentuk antara objek di Gunung Salak dan Sphinx Mesir lebih tepat dipahami sebagai kesamaan visual, bukan sebagai bukti hubungan sejarah antar peradaban.
“Sphinx Gunung Salak lebih tepat dipahami sebagai objek yang memiliki kemiripan visual dengan Sphinx di Mesir. Tidak bisa langsung disebut sebagai peninggalan Mesir atau bukti adanya hubungan sejarah antara Nusantara dan Mesir tanpa adanya kajian ilmiah,” ujar Mamang Badar dikutip Jumat, (7/8/2026).
Menurut dia, fenomena tersebut tetap memiliki nilai sebagai bagian dari ketertarikan masyarakat terhadap sejarah, budaya, dan lingkungan alam, namun perlu didukung penelitian agar informasi yang berkembang memiliki dasar yang kuat.

Fenomena formasi batu mirip Sphinx di Gunung Salak menunjukkan bagaimana bentang alam lokal dapat menarik perhatian publik karena memiliki kemiripan dengan ikon dunia. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap karakteristik dan potensi nilai dari objek tersebut. ***





