Insiden Kereta di Bekasi Timur, 35 Petugas PMI Dikerahkan, Evakuasi Masih Berlangsung

Avatar photo
Proses Evakuasi Korban Kereta (SPN)
Proses Evakuasi Korban Kereta (SPN)

SPN Jakarta – Insiden kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Menyusul kejadian tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) se-DKI Jakarta langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi.

Hingga pukul 23.39 WIB, seluruh petugas medis PMI dari wilayah DKI Jakarta telah tiba di lokasi kejadian untuk memberikan layanan kemanusiaan. Rombongan ambulans PMI yang dipimpin oleh Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI Jakarta, Budhi Pranoto, turut berada di lokasi sejak awal penanganan.

Dalam proses penanganan insiden ini, evakuasi korban masih terus berlangsung. Proses tersebut dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, Gulkarmat, PMI, serta unsur terkait lainnya.

Untuk mendukung penanganan di lapangan, PMI mengerahkan total 35 petugas, 6 unit ambulans, dan 7 unit mobil jenazah. Selain itu, 2 unit Unit Reaksi Cepat (URC) juga diterjunkan guna mempercepat mobilitas dan layanan darurat.

Seluruh personel dan armada yang dikerahkan berasal dari PMI Provinsi DKI Jakarta serta PMI di lima wilayah kota, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Para petugas yang diterjunkan merupakan tenaga yang memiliki keahlian dan keterampilan dalam pertolongan pertama.

PMI menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam situasi darurat sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak. Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung dengan melibatkan berbagai instansi terkait demi memastikan penanganan berjalan lancar, cepat, dan aman.