Dukung Target Presiden Prabowo, Menteri Dody Percepat Infrastruktur KSPP Wanam untuk Panen 10.000 Hektare

Avatar photo
Menteri Dody saat melakukan kunjungan (foto: birkom PU)
Menteri Dody saat melakukan kunjungan (foto: birkom PU)

Merauke – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur pendukung Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) di Wanam, Provinsi Papua Selatan, Senin (9/2/2026). Peninjauan ini merupakan bagian dari percepatan dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto agar pada tahun ini lahan seluas minimal 10.000 hektare sudah dapat mulai dipanen.

Menteri Dody mengatakan, seluruh jajaran Kementerian Pekerjaan Umum bersama mitra terkait, termasuk Agrinas dan Kabupaten Merauke, tengah bekerja intensif untuk memastikan kesiapan infrastruktur dasar. Fokus utama meliputi pengendalian banjir, pembangunan jaringan irigasi, serta konektivitas jalan menuju kawasan cetak sawah.

“Saya ingat betul arahan Bapak Presiden, tahun ini minimal 10.000 hektare sudah mulai panen. Karena itu Kementerian PU, Agrinas, dan Pemkab Merauke harus bergerak bersama agar target tersebut bisa tercapai,” kata Menteri Dody.

Menurutnya, progres pembukaan akses jalan dan pengendalian kawasan rawa terus berjalan. Sejumlah kendala sosial juga telah ditangani melalui pendekatan dialog dengan masyarakat setempat agar pelaksanaan pekerjaan dapat berlangsung lancar.

“Kita sedang mengejar proses. Yang paling mendesak adalah pengendalian banjir dan pembangunan saluran primer sampai KM 38 sementara waktu. Jangan sampai saat Agrinas mulai pekerjaan cetak sawah, irigasi kita belum siap. Begitu cetak sawah selesai, saluran primer harus sudah tersedia dan air tawar untuk padi sudah mengalir,” ujarnya.

pembangunan infrastruktur pendukung Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) di Wanam, Provinsi Papua Selatan (foto birkom pu)
pembangunan infrastruktur pendukung Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) di Wanam, Provinsi Papua Selatan (foto birkom pu)

Untuk mendukung kebutuhan air irigasi 10.000 hektare lahan sawah, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air tengah menghitung potensi sumber air dari rawa di KM 39. Apabila kapasitasnya belum mencukupi, alternatif suplai air akan ditarik dari rawa yang lebih besar di kawasan Angkias (KM 58). Kajian teknis dilakukan guna memastikan kecukupan debit air sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Baca Juga :  Layanan Air Bersih di Aceh Utara Dipulihkan, Pemerintah Siapkan Tambahan SPAM 50 Liter per Detik

Di sisi konektivitas, pembangunan Jalan Kawasan Strategis Penghubung Produksi (KSPP) Wanam–Muting menjadi tulang punggung distribusi logistik dan mobilisasi alat dalam mendukung program cetak sawah dan produksi pangan.

Pada Segmen II, Kementerian PU telah melaksanakan pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 80,02 km yang dilengkapi jembatan total 480 meter di tiga lokasi serta box culvert di empat lokasi. Pekerjaan didukung 35 unit excavator, 7 unit bulldozer, 8 unit compactor, dan 2 unit grader.

Sementara pada Segmen I akan dibangun jalan sepanjang 58,00 km dengan lebar badan jalan 7,5 meter dan bahu jalan 1,5 meter. Infrastruktur pendukung mencakup empat unit jembatan—tiga bentang 50 meter dan satu bentang 40 meter—pile slab sepanjang 6,1 km dengan lebar 11 meter, serta 17 unit box culvert. Pekerjaan di kawasan rawa menggunakan metode konstruksi khusus untuk menjaga stabilitas tanah dan keberlanjutan lingkungan.

“Kita dikejar waktu. Tahun ini harus bisa beroperasi penuh. Namun kita tetap bekerja cepat tanpa merusak lingkungan dan memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga,” tegas Menteri Dody.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan sosial kepada masyarakat adat sebagai bagian tak terpisahkan dari percepatan proyek strategis tersebut.

“Pendekatan dengan masyarakat tetap kita lakukan. Harapannya tidak ada lagi hambatan di lapangan. Pembangunan ini untuk kesejahteraan bersama, khususnya mendukung kemandirian pangan nasional sesuai arahan Presiden,” pungkasnya.

Dengan sinergi lintas sektor dan percepatan pembangunan infrastruktur jalan serta irigasi, Kementerian PU optimistis target Presiden Prabowo Subianto untuk memulai panen 10.000 hektare di Papua Selatan tahun ini dapat tercapai, sekaligus memperkuat posisi Papua sebagai salah satu lumbung pangan nasional.