Sumatera Barat – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Ruas Koto Mambang–Balingka/Malalak, untuk memastikan konektivitas masyarakat kembali terjaga pascabencana. Peninjauan dilakukan bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi.
Ruas jalan tersebut sebelumnya terputus akibat bencana, sehingga menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik. Sebagai langkah cepat, Kementerian PU membangun jembatan Bailey sebagai akses sementara. Hingga kini, dua unit jembatan darurat telah terpasang dan difungsikan untuk melayani aktivitas masyarakat.
“Waktu pertama kali kami ke sini, ruas jalan ini putus. Saya minta Kepala Balai segera membangun jembatan Bailey agar aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terhambat. Sekarang sudah terpasang dua jembatan,” ujar Menteri Dody. Rabu (28/01/2026)

Meski bersifat darurat, Menteri Dody menegaskan pembangunan jembatan permanen tetap menjadi prioritas. Namun, perencanaannya membutuhkan kajian teknis menyeluruh, mengingat kondisi geografis kawasan yang rawan longsor, keberadaan sungai, serta aspek tata ruang dan cagar budaya.
“Jembatan permanen pasti kita bangun. Tapi desainnya harus matang, supaya ke depan jika terjadi bencana serupa, akses tetap aman dan tidak terputus,” jelasnya.
Keberadaan jembatan Bailey dinilai krusial, terutama menjelang Bulan Suci Ramadhan, agar arus logistik dan kebutuhan masyarakat tetap lancar. Selain itu, pemasangan jembatan darurat juga untuk mencegah warga menyeberangi sungai secara manual yang berisiko membahayakan keselamatan.
Tak hanya fokus pada jalan dan jembatan, Kementerian PU juga menyiapkan penanganan di sektor irigasi. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V akan mempercepat perbaikan jaringan irigasi yang rusak agar pasokan air ke sawah kembali normal.
“Selama sawah masyarakat terdampak, irigasinya pasti kita benahi. Ini penting untuk menjaga produksi pertanian,” kata Menteri Dody.
Seluruh penanganan dilakukan secara bertahap dan terpadu sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur dan ketahanan pangan di wilayah terdampak bencana Sumatera Barat.











