SERANG, SPN – Pemerintah Provinsi Banten mulai memacu pengembangan komoditas jagung sebagai salah satu pilar ketahanan pangan sekaligus pengungkit ekonomi desa. Langkah itu ditandai dengan dukungan Gubernur Banten Andra Soni terhadap program Satu Desa Satu Hektare Jagung yang diinisiasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia Provinsi Banten.
Program tersebut dinilai memiliki prospek besar karena tidak hanya mendorong perluasan areal tanam, tetapi juga menjawab tingginya kebutuhan jagung sebagai bahan baku industri pakan ternak yang terus meningkat.
Saat menerima audiensi DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (5/8), Gubernur Andra Soni mengatakan pengembangan jagung di setiap desa merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional melalui pemanfaatan lahan-lahan produktif.
Menurut Andra, peluang pasar jagung di Banten masih sangat besar. Saat ini terdapat 14 perusahaan pakan ternak, terutama di wilayah Serang dan Tangerang, yang membutuhkan pasokan jagung pipil kering hampir dua juta ton setiap tahun.
“Untuk kebutuhan perusahaan, kita belum bisa menyuplai banyak. PT Sarun setiap harinya butuh 1.000 ton, ini peluang yang besar. Permintaannya ada, tinggal mendorong pasokannya. Kalau kita digerakkan oleh Pemuda Tani, saya yakin suatu hari kita bisa jadi sentra jagung,” kata Andra.
Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya ruang yang masih dapat diisi oleh petani lokal. Dengan meningkatnya produksi, Banten berpeluang menjadi salah satu daerah pemasok jagung bagi industri pakan ternak di dalam provinsi maupun wilayah sekitarnya. Terlebih jagung merupakan salah satu komoditas pertanian yang hampir seluruh bagiannya memiliki nilai ekonomi. Tidak hanya bijinya yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan unggas maupun sebagai sayuran, tetapi batang, daun, hingga kulit pembungkus tongkolnya juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia.
Di sisi lain, perkembangan sektor peternakan juga menunjukkan arah yang menarik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Perumda Dharma Jaya tengah menyiapkan pembangunan kawasan peternakan sapi terintegrasi di Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten.
Kawasan peternakan modern tersebut dirancang sebagai pusat penggemukan sapi dengan investasi sekitar Rp1 triliun tanpa menggunakan APBD. Pembangunan akan memanfaatkan sekitar 20 hektare lahan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan ditargetkan mampu menampung hingga 10.000 ekor sapi guna memperkuat pasokan daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta.
Meski belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan kedua program tersebut, pengembangan produksi jagung di Banten dan pembangunan kawasan peternakan modern di Ciangir memperlihatkan potensi saling melengkapi dalam rantai pasok pangan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, mengatakan pemerintah daerah siap memfasilitasi pelaksanaan program Satu Desa Satu Hektare Jagung dengan menyiapkan lokasi serta pendampingan bagi petani.
“Ini juga sebagai langkah untuk mempercepat kesejahteraan para petani di wilayah-wilayah sentra pangan di Provinsi Banten. Tentu kita berharap kita siapkan dengan baik lokasinya dan juga petaninya,” ujar Nasir.
Sementara itu, Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Banten Annisa Maharani Alzahra Mahesa mengatakan audiensi bersama Gubernur Banten bertujuan menyelaraskan program organisasi dengan arah pembangunan pertanian pemerintah daerah.
“Tentunya audiensi ini menghasilkan banyak diskusi dan arahan dari Bapak Gubernur Banten Andra Soni untuk DPD Pemuda Tani Provinsi Banten,” katanya.
Apabila program tersebut berjalan sesuai target, Banten tidak hanya berpeluang meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai daerah penghasil jagung yang mampu memasok kebutuhan industri pakan ternak. Di saat yang sama, berkembangnya investasi peternakan modern di wilayah Banten menjadi gambaran bahwa sektor pangan mulai berkembang secara lebih terpadu, mulai dari produksi jagung sebagai bahan baku pakan hingga penyediaan protein hewani bagi masyarakat. ***






