Gubernur Meki Nawipa Pastikan Bantuan Obat ke Sugapa Tiba Tepat Waktu

Bantuan Obat Obatan Dikirim ke Sugapa Kab.Intan Jaya
Bantuan Obat Obatan Dikirim ke Sugapa Kab.Intan Jaya

Nabire, SPN – Pemerintah Provinsi Papua Tengah bergerak cepat merespons situasi darurat di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Bantuan berupa obat-obatan dan logistik kesehatan, berhasil diterbangkan ke lokasi pada Senin (06/07/206).

Bantuan ini dikirim menyusul adanya warga sipil yang mengungsi akibat konflik bersenjata di Intan dalam sepekan terakhir ini. Selain korban jiwa, konflik juga memicu kebutuhan mendesak akan obat dan bahan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus (Foto : Istimrewa)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus (Foto : Istimewa)

Pengiriman logistik tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Papua Tengah untuk memastikan kebutuhan obat-obatan dan perlengkapan medis di fasilitas pelayanan kesehatan tetap tersedia, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, mengatakan bantuan kesehatan itu diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan sejumlah puskesmas dan fasilitas kesehatan di Sugapa dalam kurun waktu tertentu.

Agus menjelaskan, pengiriman 11 koli logistik ini merupakan bagian dari rangkaian intervensi kesehatan yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Selain memastikan distribusi logistik berjalan lancar, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah juga terus mempersiapkan langkah lanjutan, termasuk kesiapan personel medis apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk diterjunkan ke Kabupaten Intan Jaya.

Sponsored Banner Pulauseribu.co.id

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap bantuan logistik kesehatan yang telah dikirim dapat segera dimanfaatkan oleh seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Sugapa”, tandas Agus.

Distribusi bantuan ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Papua Tengah untuk terus hadir di daerah rawan konflik dan bencana, agar pelayanan kesehatan dasar di kampung-kampung tidak terhenti.