Jakarta SPN– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Salah satu fokus penanganan saat ini adalah pembangunan 83 unit rumah instan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Pembangunan hunian tersebut menggunakan teknologi rumah modular yang memungkinkan proses konstruksi dilakukan secara cepat dan efisien. Setiap unit memiliki luas 36 meter persegi dan dapat dirakit tanpa menggunakan alat berat.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa Kementerian PU memiliki pengalaman panjang dalam pembangunan hunian darurat, khususnya sejak penanganan pascabencana Tsunami Aceh. Penggunaan modul rumah instan menjadi kunci percepatan penyediaan hunian bagi pengungsi.

“Teknologi modul ini memungkinkan pembangunan rumah hunian secara cepat. Proses perakitannya menggunakan sistem skrup sehingga tidak memerlukan alat berat. Untuk pembangunan 83 unit rumah, ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 20 hari,” ujar Dody saat media briefing di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Dody memastikan bahwa hunian yang dibangun tetap memenuhi standar kelayakan huni. Fasilitas yang disediakan meliputi instalasi listrik, penyediaan air bersih melalui sumur bor, serta akses jaringan internet. Selain itu, turut dibangun fasilitas pendukung berupa area bermain anak dan fasilitas sanitasi dengan pemisahan toilet bagi laki-laki dan perempuan.
Pembangunan hunian ini merupakan bagian dari penugasan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Kementerian PU. Secara keseluruhan, Kementerian PU mendapat mandat untuk menyiapkan sebanyak 1.200 unit hunian di berbagai daerah terdampak bencana, antara lain Aceh Tamiang, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Tapanuli Selatan.
Kementerian PU berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan seluruh hunian tersebut sesuai target agar masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati tempat tinggal yang aman dan layak.











