Wamen LH Ungkap Ada 42 TPA Terbakar akibat Pemilahan Sampah Belum Optimal

Wakil Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz Hendropriyono saat memberikan sambutan pada acara Science Day 2026 di Universitas Ibn Khaldun Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/9/2026).

BOGOR, SPN — Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) sekaligus Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz Hendropriyono menyebut sebanyak 42 tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah terbakar akibat pemilahan sampah yang belum optimal.

“Saat ini sudah ada 42 TPA terbakar. Ini karena tidak ada pemilahan yang baik, jadi sampah organik menumpuk di sana, apalagi tercampur dengan bahan plastik,” kata Diaz saat memberikan sambutan kunci pada Science Day 2026 di Universitas Ibn Khaldun Bogor, Rabu (30/9/2026).

Diaz mengatakan sampah organik yang bercampur dengan plastik di TPA dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Kondisi tersebut, kata dia, juga semakin berisiko dengan adanya fenomena El Nino.

Menurut dia, pemilahan sampah perlu dilakukan sejak dari sumber untuk mengurangi risiko kebakaran sekaligus mendukung pengelolaan sampah di hilir.

“Kalau di TPA hanya sampah residu, maka kemungkinan kebakaran akan sangat kecil,” ujarnya.

Diaz juga mendorong penguatan gerakan berbasis komunitas untuk mengawali pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.

Ia menambahkan pemilahan sampah juga diperlukan untuk mendukung teknologi pengolahan sampah, termasuk Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

“PSEL tanpa ada pemilahan, sampahnya akan menjadi sangat basah, tercampur, kadar airnya akan tinggi sekali yakni 60-70 persen, sedangkan PSEL yang efektif memerlukan sampah yang kadar airnya di bawah 30 persen,” kata Diaz. ***

 

No More Posts Available.

No more pages to load.