Usai Asesmen, Rumah Ibadah Rusak Gempa Flores Mulai Dibongkar: Gereja dan Masjid Jadi Prioritas

Gereja Yang Rusak Akibat Gempa Bumi 15 Agustus 2026 Mulai Diperbaiki
Gereja Yang Rusak Akibat Gempa Bumi 15 Agustus 2026 Mulai Diperbaiki

MANGGARAI, SPN – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai membongkar rumah ibadah yang terdampak gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur. Pembongkaran dilakukan setelah asesmen kerusakan dan arahan langsung Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau lokasi pada Jumat (28/08/2026).

Dua rumah ibadah yang jadi prioritas pembongkaran adalah Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus di Dampek, Kabupaten Manggarai Timur dan Masjid Nurul Huda Reo di Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan hasil identifikasi, di Gereja Santo Petrus dan Paulus Dampek ada 3 massa bangunan yang diperiksa yakni gedung peribadatan, gedung aula, dan rumah pastoran. Hasilnya, gedung gereja dan aula mengalami kerusakan struktural dan dinyatakan tidak aman digunakan. Sementara rumah pastoran masih aman.

Sebagai tindak lanjut, Selasa (01/09/2026),  jemaat mulai melakukan pembongkaran atau Cear Di’a serta pembersihan bangunan gereja dan aula. Proses adat juga dilaksanakan untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal jemaat di Dampek. Pengamanan aset gereja dilakukan sebelum pembongkaran atap, dengan melibatkan sekitar 30 jemaat dan dibantu 20 personel Polda NTT.

“Kalau bangunan kita kerjakan ulang, di manapun kearifan lokal harus dijaga. Jadi harus koordinasi dengan yang menggunakan atau mengelola bangunan tersebut,” kata Menteri Dody.

Data Kerusakan Gempa Flores

Gempa 15 Agustus 2026 berdampak luas. Data BPBD NTT per 31 Agustus 2026 mencatat:
– 594 rumah ibadah terdampak
– 97.078 rumah rusak: 27.356 rusak berat, 22.072 rusak sedang, 47.650 rusak ringan
– 2.287 satuan pendidikan, 630 kantor pemerintahan, dan 674 fasilitas kesehatan juga terdampak.

BNPB sebelumnya mencatat 195 rumah ibadah rusak pada update 20 Agustus 2026, dan jumlahnya terus bertambah seiring pendataan.

Penanganan rumah ibadah dilakukan PU berdasarkan tingkat kerusakan, dengan tetap memperhatikan keselamatan, kebutuhan pengguna, serta kearifan lokal.

No More Posts Available.

No more pages to load.