Update BMKG; Sebaran Debu Vulkanik Anak Krakatau, Delapan Bandara Tutup Sementara

JAKARTA, SPN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau penyebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui citra satelit Himawari-9. Hingga Minggu (6/9) pukul 19.00 WIB, debu vulkanik terdeteksi dalam dua klaster utama yang berdampak pada ruang udara di sekitar Selat Sunda.

BMKG menjelaskan, klaster pertama berada pada ketinggian hingga 15.000 kaki dan bergerak ke arah timur laut hingga barat laut. Sementara klaster kedua mencapai ketinggian 50.000 kaki dengan arah pergerakan ke barat daya hingga barat laut.

Dampak erupsi juga memengaruhi aktivitas penerbangan. Hingga pukul 18.35 WIB, sebanyak 53 SIGMET telah diterbitkan sebagai peringatan bagi penerbangan, sementara sejumlah bandara melakukan penyesuaian operasional.

Delapan bandara yang ditutup sementara meliputi Soekarno-Hatta (CGK), Halim Perdanakusuma (HLP), Radin Inten II Lampung (TKG), Husein Sastranegara (BDO), Budiarto Curug (RTO), Pondok Cabe (PCB), Taufik Kiemas (TFY), dan Atung Bungsu (PXA).

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di kawasan pesisir Selat Sunda, agar tetap waspada, tidak panik, dan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG, serta otoritas terkait. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.