TIM Qasidah As-Syafi’iyah Jakarta Selatan Juara I FSBI MUI DKI Jakarta 2026

Perwakilan Tim Qasidah As-Syafi’iyah Jakarta Selatan mengenakan busana berwarna merah muda (pink) menerima piala Juara I cabang Qasidah pada Festival Seni Budaya Islam (FSBI) 2026 yang diserahkan oleh jajaran MUI Provinsi DKI Jakarta di Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Ahad (6/9).

JAKARTA, SPN — Tim Qasidah As-Syafi’iyah dari Jakarta Selatan berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I cabang Qasidah pada Festival Seni Budaya Islam (FSBI) 2026 yang diselenggarakan Bidang Seni dan Budaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta di Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Ahad (6/9).

Festival Seni Budaya Islam merupakan agenda rutin tahunan MUI DKI Jakarta yang menghadirkan tiga cabang perlombaan, yakni Mewarnai Kaligrafi untuk anak-anak, Qasidah kategori wanita dewasa, dan Hadroh kategori pria dewasa. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus pelestarian seni budaya Islam dengan mempertemukan peserta terbaik dari lima wilayah Kota Administrasi Jakarta.

Setelah melalui penampilan yang dinilai dewan juri berdasarkan vokal, harmonisasi, kekompakan, teknik, hingga penyajian, Tim Qasidah As-Syafi’iyah Jakarta Selatan keluar sebagai peraih nilai tertinggi. Posisi Juara II diraih Tim Qasidah Jakarta Utara, sedangkan Juara III menjadi milik Tim Qasidah Jakarta Barat.

Prosesi pengumuman pemenang berlangsung meriah dan penuh haru. Piala penghargaan diserahkan langsung oleh KH Lukman Hamid, pimpinan Pondok Pesantren Al Hamid, didampingi KH Lutfi Hakim, Ketua Bidang Seni dan Budaya MUI Provinsi DKI Jakarta, dan ketua Panitia KH Ali Fahmi Faisol.

Penutupan acara turut dihadiri Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta, KH Auza’i Mahfudz, beserta jajaran pengurus MUI, tokoh agama, panitia, dan ratusan peserta sebelum ditutup dengan doa bersama.

Ketua Bidang Seni dan Budaya MUI DKI Jakarta, KH Lutfi Hakim, yang juga wakil Ketua MUI, menegaskan bahwa FSBI bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan ruang untuk menjaga denyut seni budaya Islam agar tetap hidup di tengah masyarakat Jakarta yang majemuk.

“Insya Allah kami berharap Festival Seni Budaya Islam ini dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya. Budaya Betawi jangan dibuat kaku, tetapi harus terus berkolaborasi dengan berbagai budaya, bersentuhan dengan budaya yang tumbuh di Jakarta sehingga melahirkan pembaruan yang lebih menarik,” kata KH Lutfi Hakim.

Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah menjaga semangat ukhuwah melalui seni serta menyampaikan terima kasih kepada Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta, seluruh pimpinan MUI, panitia, dan keluarga besar Pondok Pesantren Al Hamid atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival.

Menurutnya, kegiatan kebudayaan juga harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Selain melestarikan seni dan budaya, kami ingin kegiatan seperti ini ikut menumbuhkan UMKM. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, festival harus menjadi ruang untuk menghidupkan ekonomi lapis bawah agar masyarakat juga merasakan manfaatnya,” katanya.

Di tempat yang sama, salah satu Panitia FSBI, Ustadzah Erlin, menjelaskan bahwa MUI DKI Jakarta menyiapkan apresiasi bagi seluruh pemenang sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para peserta.

“Para juara cabang Qasidah dan Hadroh menerima piala, uang pembinaan, hadiah umrah, serta voucher kursus Bahasa Inggris di BBC. Sementara pemenang lomba mewarnai kaligrafi tingkat anak-anak memperoleh piala, uang pembinaan, dan voucher kursus Bahasa Inggris,” jelas Ustadzah Erlin.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi agar kelompok qasidah, hadroh, maupun generasi muda terus mengembangkan bakat seni Islami di Jakarta.

Perjuangan Sejak Subuh Berbuah Juara

Di balik kemenangan Jakarta Selatan, tersimpan kisah perjuangan para personel Qasidah As-Syafi’iyah yang rela meninggalkan rutinitas rumah tangga demi tampil maksimal. Salah seorang perwakilan tim mengaku seluruh anggota sudah bersiap sejak dini hari sebelum berangkat menuju Cilangkap.

“Kami sudah rapi sejak subuh. Jam enam pagi langsung berangkat ke Cilangkap. Sampai kaga sempet masak kita bakal yang dirumah untuk suami dan anak karena semuanya fokus mengikuti lomba. Alhamdulillah, perjuangan kami tidak sia-sia. Jakarta Selatan akhirnya menjadi Juara I,” turur Ibu Ida dengan mata berkaca-kaca.

Tim Qasidah As-Syafi’iyah Jakarta Selatan berbusana merah muda menerima trofi Juara I pada ajang Festival Seni Budaya Islami (FSBI) MUI Provinsi DKI Jakarta 2026 usai dinobatkan sebagai juara kategori qasidah.

Ia mengatakan kemenangan ini dipersembahkan untuk seluruh anggota tim yang selama ini konsisten berlatih dan menjaga tradisi qasidah sebagai bagian dari syiar Islam kendati dalam busana muslim yang kekinian.

Menutup rangkaian Festival Seni Budaya Islam 2026, seluruh hadirin memanjatkan doa bersama yang dipimpin Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta. Doa tersebut dipersembahkan bagi masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi berbagai musibah dan bencana di sejumlah daerah.

Melalui doa bersama itu, MUI DKI Jakarta mengajak seluruh peserta menjadikan seni dan budaya Islam bukan hanya sebagai media dakwah, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial, dan harapan bagi bangsa. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.