Diplomasi Budaya Lewat Musik, IAKN Ambon dan Charles Darwin University Gelar Whorkshop

Antusiasme Mahasiswa Charles Darwin University Mengikuti Whorksop Alat Musik Tradisional Maluku (Foto : Istimewa)
Antusiasme Mahasiswa Charles Darwin University Mengikuti Whorksop Alat Musik Tradisional Maluku (Foto : Istimewa)

Darwin, SPN – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon kembali mengibarkan budaya Maluku di kancah internasional. Dua dosen Prodi Musik Gereja IAKN Ambon sukses menggelar “Workshop Musik Bambu Maluku” di Charles Darwin University, Darwin, Australia pada Rabu (15/07/2026)

Kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama akademik antara IAKN Ambon dan Charles Darwin University yang telah ditandatangani melalui MoU tahun 2025.

Wakil Rektor III Institut Agama Kristen Negeri Ambon, Dr. Branckly Picanussa Sedang Mengajari Mahasiswi Charles Darwin University terkait Musik Bambu (Foto : Istimewa)
Wakil Rektor III Institut Agama Kristen Negeri Ambon, Dr. Branckly Picanussa Sedang Mengajari Mahasiswi Charles Darwin University terkait Musik Bambu (Foto : Istimewa)

Workshop inovatif ini mendapat perhatian khusus dan apresiasi tinggi dari Civitas Akademika CDU karena menjadi pelatihan instrumen tradisional pertama yang dibawakan oleh dosen tamu dari luar Australia.

Dosen Fakultas Musik Charles Darwin University, Dr. Paulo, menyambut hangat kedatangan Dr. Branckly beserta rombongan pendamping, yakni Ketua Ambon Sailing Community (ASC) Nico Tulalessy dan Benyamin Kakerissa, sekaligus memperkenalkan alat musik tradisional Maluku yang terbuat dari bambu.

Jelajahi Keindahan Tropis Kepulauan Seribu
Ad ⓘ

Selama empat jam pelaksanaan workshop, suasana kekerabatan yang erat begitu terasa di ruang pelatihan.

Mahasiswa Australia tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga berkesempatan merakit beberapa alat musik bambu di bawah bimbingan Dr. Branckly, memainkan hasil karya mereka secara spontan, serta diizinkan membawanya pulang.

Pimpinan Darwin Youth Orchestra, Ms. Kim Sanahan, menyatakan kegembiraannya atas kolaborasi lintas negara ini. Menurutnya, para peserta sangat senang  karena dapat melihat langsung bahkan mempraktikkan cara membuat musik yang bagus dari bahan alam yang sederhana.

Wakil Rektor III Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Dr. Branckly Picanussa menilai, realisasi Workshop ini merupakan implementasi nyata dari kesepakatan yang tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara IAKN Ambon dan Charles Darwin University. Ke depan, kedua belah pihak berkomitmen untuk terus meningkatkan dan memperluas cakupan kerja sama akademis serta kebudayaan.

Melalui program “Maluku Cultural Diplomacy 2026”, IAKN Ambon menargetkan Workshop serupa di 3 universitas lain di Australia. Tujuannya untuk memperkuat jejaring akademik dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia Timur. Dr. Branckly Picanussa Sedang Mengajari Mahasiswi Charles Darwin University terkait Musik Bambu (Foto : Istimewa)

Seperti diketahui, IAKN Ambon adalah perguruan tinggi negeri di bawah Kemenag RI yang fokus pada pendidikan teologi, musik gereja, dan kebudayaan berbasis nilai-nilai Kristiani dan kearifan lokal Maluku.

No More Posts Available.

No more pages to load.