JAKARTA, SPN — Sejumlah tokoh yang selama lebih dari satu dekade dikenal kritis terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo berkumpul dalam acara syukuran pelantikan Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Berdasarkan pantauan SPN, mereka yang hadir antara lain Hariman Siregar, Hatta Taliwang, Roy Suryo, Ardi Massardi, Prof. Hafid Abbas, Fifi, Hilda Basalamah, Diko, Oto, dan Iwardono. Sejumlah anggota Presidium Tapol dan Napol juga hadir dalam acara tersebut. Acara digelar GREAT Institute di Jalan Taman Gunawarman Timur, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Oktober 2026 malam.
Pertemuan itu menjadi ajang silaturahmi Syahganda dengan sahabat, kolega, dan rekan seperjuangannya. Sebagian dari mereka selama pemerintahan Jokowi berada di luar lingkaran kekuasaan dan aktif menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
Dalam sambutannya, Syahganda menyinggung perjalanan perjuangannya selama 10 tahun terakhir. Ia mengatakan dirinya pernah memiliki cita-cita untuk melawan kekuasaan pada masa pemerintahan sebelumnya.
Syahganda kemudian bercerita mengenai arahan Presiden Prabowo Subianto setelah dirinya ditunjuk memimpin Bakom.
“Bapak Presiden, ya sudah ini kamu nanti ke Bakom, ya sudah siap pak, begitu” ujar Syahganda.
Ia lalu melontarkan seloroh mengenai perubahan posisi tersebut.
“Atau Bapak tetap ingin? Saya yang selama ini, cita-cita adalah melawan kekuasaan masa lalu 10 tahun,” katanya berseloroh.

Syahganda resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Bakom RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. Ia menggantikan Muhammad Qodari. Pada kesempatan yang sama, Fadli Tri Hartono dilantik sebagai Wakil Kepala Bakom RI.
Pengangkatan keduanya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Bakom dibentuk pada September 2025. Syahganda menjadi kepala ketiga lembaga tersebut setelah Hasan Nasbi dan Muhammad Qodari.
Setelah pelantikan, Syahganda mengatakan Prabowo memberikan arahan agar komunikasi pemerintah menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan nasional. Komunikasi pemerintah, kata dia, juga harus menyampaikan program pembangunan dan gagasan utama Presiden secara transparan dan inklusif.
Syahganda juga berencana memanfaatkan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam strategi komunikasi pemerintah.
Menurut dia, perkembangan teknologi tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat penyampaian kebijakan dan program pemerintah kepada masyarakat.
Syahganda mengatakan Bakom nantinya tidak hanya berfungsi menyampaikan pesan pemerintah, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. ***



