Spontan! Ratusan Anggota BPPKB Banten HDS Guyub di Jaksel

Ketua Umum DPP BPPKB Banten HDS, Dr. Adi Kurnia Setiadi, SH., MH., didampingi sang istri, Melinda, saat memberikan keterangan dalam wawancara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

JAKARTA, SPN — Pemandangan tak biasa terlihat di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Ratusan anggota BPPKB Banten HDS tiba-tiba berkumpul dan mengikuti langkah Ketua Umum DPP BPPKB Banten HDS, Dr. Adi Kurnia Setiadi, SH., MH., usai agenda di salah satu studio televisi, Selasa malam (25/8/2026).

Pertemuan itu berlangsung spontan. Sebelumnya, Adi dijadwalkan hadir sebagai narasumber dalam sebuah program televisi bertajuk catatan demokrasi. Namun, agenda tersebut batal sehingga ia tidak jadi tampil di layar kaca.

Meski demikian, kabar mengenai keberadaan ketua umum mereka di studio televisi sudah lebih dulu tersebar melalui status dan flyer yang beredar di kalangan anggota. Antusiasme pun muncul.

Tanpa persiapan khusus, anggota berdatangan untuk sekadar bertemu dan melihat langsung ketua umumnya.

Penulis menyaksikan sendiri bagaimana Adi kemudian memilih tidak langsung meninggalkan lokasi menggunakan mobil pribadinya. Ia justru berjalan kaki bersama anggota hampir satu kilometer untuk mencari tempat makan.

Rombongan akhirnya tiba di salah satu food court di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Kehadiran ratusan anggota BPPKB Banten HDS sontak membuat sejumlah pengunjung food court terkejut. Mereka sempat memperhatikan rombongan yang datang dalam jumlah besar tersebut.

Namun, suasana segera mencair.

Tidak ada pengerahan massa, tidak ada aksi, dan tidak ada agenda pengamanan proyek. Ratusan anggota tersebut hanya duduk, memesan makanan dan minuman, kemudian menikmati waktu bersama ketua umum mereka.

Mereka makan dan minum seperti pengunjung lainnya.

Bahkan, Adi Kurnia terlihat membaur bersama anggota. Tidak ada jarak antara ketua umum dan anggota dalam suasana santai tersebut. Sesekali terdengar canda dan tawa. Adi juga sempat bernyanyi bersama anggota.

“Karena saudara-saudara kita dari BPPKB Banten HDS antusiasnya tinggi mau melihat ketua umumnya di TV, akhirnya kita bawa saja ke sini. Kita makan dan bernyanyi bersama,” ujar Adi.

Menurut Adi, kebersamaan tersebut merupakan bagian dari karakter organisasi yang terus dibangun. BPPKB Banten HDS, kata dia, tidak hanya ingin dikenal melalui kegiatan formal, tetapi juga melalui semangat persaudaraan dan gotong royong.

“Kami memang sering seperti ini, karena mengedepankan prinsip gotong royong dan kebersamaan. Jadi kami hadir bukan menjadi beban, tetapi menjadi solusi bagi masyarakat,” katanya.

Adi mengatakan, sebagai organisasi kemasyarakatan, BPPKB Banten HDS berupaya memastikan keberadaannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sejumlah program telah berjalan, mulai dari edukasi dan penyuluhan hukum, pemberdayaan UMKM, ambulans gratis, hingga layanan mobil jenazah gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk mereka yang bukan anggota organisasi.

Program lainnya juga mencakup pelatihan lingkungan dan kegiatan sosial di Jakarta, Jabodetabek hingga Jawa Barat.

“Kita ingin keberadaan ormas ini tidak sekadar seremonial dan tidak menjadi beban bagi masyarakat maupun pemerintah. Kita ingin menjadi bagian dari solusi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, BPPKB Banten HDS memiliki AD/ART sebagai pedoman bagi seluruh anggota. Pembinaan dan edukasi juga terus dilakukan agar anggota memahami hukum, aturan organisasi serta tanggung jawab sosial.

Nilai dasar organisasi yang ditekankan adalah Berilmu, Berakhlak dan Bertakwa.

“Tujuan berorganisasi adalah memberikan kemanfaatan bagi lingkungan, masyarakat, agama dan negara,” kata Adi.

Jaga Jakarta untuk Indonesia

Dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Adi mengatakan pihaknya mendukung semangat menjaga Jakarta sebagai kota tempat jutaan orang mencari nafkah dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

BPPKB Banten HDS bersama elemen masyarakat lainnya mengusung jargon “Jaga Jakarta untuk Indonesia.”

Menurutnya, keamanan Jakarta bukan hanya kepentingan pemerintah atau aparat keamanan, tetapi menyangkut kehidupan masyarakat luas.

“Saya selain menjadi ketua umum juga seorang ayah. Saya mengantar anak sekolah, kakak saya bekerja menggunakan transportasi umum. Kebayang kalau Jakarta tidak aman, pasti berdampak kepada kehidupan orang banyak,” tuturnya.

Karena itu, ia menilai kebebasan masyarakat harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab.

“Jaga Jakarta untuk Indonesia bukan berarti melarang orang melakukan apa-apa. Tetapi kebebasan harus seiring dengan tanggung jawabnya,” tegas Adi.

Bagi Adi, pemandangan ratusan anggota yang makan bersama di food court Kuningan menjadi gambaran sederhana bahwa organisasi juga dapat hadir dalam suasana yang cair dan dekat dengan masyarakat.

Ketua Umum DPP BPPKB Banten HDS, Dr. Adi Kurnia Setiadi, SH., MH., bersama Ketua Umum FORKABI Haji Abdul Ghoni dan Profesor Trubus Rahardiansah di studio televisi kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, setelah agenda diskusi dibatalkan.
Ketua Umum DPP BPPKB Banten HDS, Dr. Adi Kurnia Setiadi, SH., MH., bernyanyi bersama anggota dalam suasana santai dan penuh keakraban di salah satu food court kawasan Jakarta Selatan.

Hari itu, mereka datang bukan untuk melakukan aksi, bukan untuk mengamankan proyek, dan bukan pula untuk menunjukkan kekuatan massa.

Mereka hanya ingin berkumpul, makan, bercanda, bernyanyi dan menikmati kebersamaan bersama ketua umum.

Dan semua itu terjadi secara spontan, hanya karena ingin bertemu dengan sang ketua umum yang awalnya mereka kira akan tampil di televisi. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.