Respons Cepat Longsor di Cisarua Bandung Barat, Alat Berat dan Air Bersih Dikerahkan untuk Pengungsi

Avatar photo
Alat Berat Dikerahkan Untuk Respon Tanah Longsor (Foto : Birkom PU)
Alat Berat Dikerahkan Untuk Respon Tanah Longsor (Foto : Birkom PU)

Bandung SPN – Bencana tanah longsor melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Pemerintah bergerak cepat dengan mengerahkan personel, alat berat, serta dukungan sarana dasar untuk penanganan darurat dan membantu warga terdampak.

Sejumlah alat berat telah disiagakan di lokasi longsor untuk mendukung proses evakuasi dan pembersihan material. Tiga unit excavator sudah berada di lapangan, sementara dua unit lainnya menyusul. Dukungan tambahan juga datang dari wilayah sekitar dengan pengiriman excavator dari Subang dan Cirebon.

Namun, proses pencarian korban masih dilakukan secara manual. Kondisi tanah yang labil dan basah membuat penggunaan alat berat harus menunggu rekomendasi dari tim gabungan, termasuk BPBD dan Basarnas, demi menjaga keselamatan petugas.

Selain penanganan fisik di lokasi longsor, bantuan juga difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Tim tanggap darurat air dan sanitasi telah berada di lokasi pengungsian untuk melakukan pendataan kebutuhan. Pemerintah menyiapkan pengiriman hidran umum, toilet portabel, serta mobil tangki air guna memastikan ketersediaan air bersih bagi warga terdampak.

Longsor terjadi pada Jumat (23/1/2026) di Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Berdasarkan data sementara hingga Sabtu (24/1/2026) siang, sekitar 30 rumah terdampak dengan total 34 kepala keluarga atau 113 jiwa.

Dalam peristiwa ini, tujuh orang dilaporkan meninggal dunia, 23 orang selamat, sementara puluhan lainnya masih dalam proses pencarian. Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan pendataan dampak serta upaya evakuasi di lapangan.

Pemerintah menyatakan siap melanjutkan dukungan hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi agar infrastruktur pulih dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman.