JAKARTA, SPN – Di tengah keberagaman masyarakat Maluku, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengajak generasi muda untuk mengambil peran strategis menjadi duta perdamaian, menjaga nilai persaudaraan, dan memperkuat toleransi.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur melalui Kepala Kantor Perwakilan Maluku di Jakarta, Saiful Indra Patta, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan DPP Front Pemuda Muslim Maluku di Pondok Gede, Jakarta, Sabtu kemarin.
Dalam sambutannya, Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasi terhadap Front Pemuda Muslim Maluku yang terus menghadirkan kegiatan keagamaan sebagai ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkokoh hubungan antarwarga Maluku di perantauan.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan hanya momentum mengenang keteladanan Rasulullah, tetapi juga pengingat untuk menerapkan nilai kasih sayang, persatuan, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari.
“Cinta kepada Rasulullah harus terlihat dalam akhlak, sikap, dan cara kita memperlakukan sesama. Beliau mengajarkan kepada kita kasih sayang, persaudaraan, keadilan dan penghormatan terhadap sesama manusia,” ujar Gubernur dalam sambutan tertulisnya.
Ia menilai nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah memiliki keselarasan dengan budaya hidup masyarakat Maluku yang diwariskan turun-temurun melalui semangat Pela, Gandong dan falsafah hidup orang basudara.
“Maluku memiliki warisan yang sangat mahal: Pela, Gandong dan semangat hidup orang basudara. Ale rasa beta rasa, sagu salempeng pata dua, katong samua orang sudara. Nilai ini sejalan dengan risalah Nabi Besar Muhammad SAW,” ungkapnya. 1e08
Gubernur menegaskan, rumah bisa dibangun ulang tapi persaudaraan harus dijaga bersama. “Kalau anggaran ada, membangun fisik itu gampang saja. Tapi yang paling sulit adalah membangun kembali persaudaraan. Menjaga hubungan sosial yang sudah melekat puluhan tahun, itu jauh lebih sulit daripada membangun tembok dan atap,” katanya dalam kesempatan berbeda.
Ia juga berpesan agar generasi muda tidak mudah terbawa hasutan, terus merawat tali persaudaraan, dan siap menyongsong peluang besar di Maluku seperti proyek Blok Masela dan Maluku Integrated Port dengan bekal keterampilan.







