Ambon, SPN – Asian Infrastructure Investment Bank atau AIIB menunjukkan ketertarikan untuk mendanai pengembangan sektor perikanan dalam proyek strategis Maluku Integrated Port.
Komitmen AIIB itu disampaikan audiensi antara Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Senior Investment Officer Public Sector Clients Departement Regional 1 AIIB, Niraja Shukla, di Ruang Rapat Gubernur baru baru ini di Ambon.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengatakan, AIIB menilai potensi perikanan Maluku sangat besar dan sejalan dengan fokus investasi bank multilateral tersebut di bidang infrastruktur maritim berkelanjutan.
“AIIB melihat Maluku Integrated Port bukan hanya soal pelabuhan, tapi juga ekosistemnya. Mereka tertarik mendanai cold storage, pengolahan ikan, dan infrastruktur pendukung sektor perikanan agar nilai tambah produk kita naik,” ujar Gubernur.
Maluku Integrated Port merupakan proyek pengembangan pelabuhan terpadu di Ambon dan beberapa titik di Maluku. Tujuannya menghubungkan sentra produksi perikanan dengan pasar domestik dan ekspor.

Sementara itu, Kepala Bappeda Maluku, Anton Lailossa menambahkan, saat ini tim AIIB dan Pemprov masih dalam tahap feasibility study. Jika sesuai, perjanjian pendanaan ditargetkan rampung akhir 2026.
“Nilai investasi untuk sektor perikanan dalam skema ini diperkirakan mencapai ratusan juta USD. Ini akan membuka 10 ribu lebih lapangan kerja baru bagi nelayan dan UMKM perikanan,” kata Anton.
Saat ini, perwakilan delegasi AIIB tengah berada di Maluku untuk meninjau langsung kesiapan proyek di lapangan. Sebagai langkah tindak lanjut, AIIB juga telah menggelar serangkaian pembahasan teknis bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku untuk memperkuat koordinasi dan arah investasi.

