PRJ Dorong Pemuda Aktif Perkuat Sistem Kewaspadaan Dini Jakarta

Pemuda Responsif Jakarta (PRJ) menggelar diskusi publik bertema peran masyarakat dan pemuda dalam membangun sistem kewaspadaan dini di DKI Jakarta di Aula Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (13/8/2026).

JAKARTA, SPN  Pemuda Responsif Jakarta (PRJ) mendorong masyarakat dan generasi muda semakin aktif dalam membangun sistem kewaspadaan dini di DKI Jakarta.

Hal itu disampaikan dalam diskusi publik bertema Peran Masyarakat dan Pemuda dalam Membangun Sistem Kewaspadaan Dini di DKI Jakarta di Aula Kelurahan Cawang, Jalan H. Nasir, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (13/8/2026).

Lurah Cawang sekaligus keynote speaker, Gia Junian Putranto, mengatakan kewaspadaan dini harus dibangun dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat.

“Format kewaspadaan dini yang efektif harus berakar dari tingkat kelurahan. Keterlibatan aktif pemuda dan elemen masyarakat menjadi motor penggerak utama stabilitas wilayah,” ujar Gia.

Ketua Umum PRJ, M. Arief S., mengatakan generasi muda harus lebih peka terhadap berbagai dinamika yang terjadi di lingkungannya.

“Generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, perlu mengambil peran yang lebih progresif sebagai garda terdepan yang peka terhadap dinamika sosial di lingkungan sekitar,” katanya.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi, Chico Hakim, menilai sistem kewaspadaan dini tidak cukup hanya berorientasi pada keamanan dan ketertiban.

Sense of belonging di kalangan Gen Z dan milenial akan memperluas cakupan kewaspadaan dini. Tidak hanya antisipasi kejahatan atau demonstrasi, tetapi juga kesiapsiagaan menghadapi kebencanaan secara partisipatif bersama seluruh stakeholders,” jelasnya.

Menurut Chico, penguatan kewaspadaan dini juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui perluasan akses terhadap program pendidikan dan layanan kesehatan.

Sementara itu, Kolonel Agus Kosasih dari Tim Kewaspadaan Dini DKI Jakarta mengatakan masyarakat perlu memiliki kemampuan membaca situasi untuk mencegah potensi gangguan sejak awal.

“Deteksi dini yang aplikatif menuntut masyarakat dan generasi muda memiliki kepekaan literasi situasi, sehingga potensi gangguan ketertiban dapat dimitigasi secara cepat dan tepat,” tuturnya.

Kepala Suku Badan Kesbangpol Jakarta Timur, Eliazer Hutapea, menambahkan ketahanan lokal perlu dibangun melalui partisipasi masyarakat.

“Partisipasi aktif warga merupakan benteng pertahanan pertama dalam menjaga ketahanan wilayah,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PRJ berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pemuda, dan masyarakat dalam menciptakan Jakarta yang aman, tertib, dan kondusif.

No More Posts Available.

No more pages to load.