JAKARTA, SPN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca ibu kota provinsi se-Indonesia untuk Selasa, 20 Oktober 2026.
Prakirawan cuaca BMKG Yuyun menyampaikan, hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sementara wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara didominasi cerah berawan hingga berawan tebal.
Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Kota
SUMATERA
– Hujan Ringan:* Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Bengkulu
– Udara Kabur: Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang
– Asap / Kabut: Bandar Lampung
JAWA, BALI & NUSA TENGGARA
– Cerah Berawan hingga Berawan Tebal: Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar
– Udara Kabur: Yogyakarta, Mataram, Kupang
KALIMANTAN, SULAWESI, MALUKU & PAPUA
– Hujan Ringan: Pontianak, Palangka Raya, Samarinda, Tanjung Selor, Manado, Gorontalo, Palu, Kendari, Makassar, Mamuju, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya
– Hujan Sedang: Nabire
– Udara Kabur: Kupang, Samarinda, Kendari, Gorontalo, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Merauke
Prakiraan Per Kota Unggulan
– Jakarta: Cerah berawan pada 20 Oktober 2026. Suhu 26-33°C. Pagi berawan, siang berawan, sore-malam cerah.
– Bandung: Berawan, suhu 20-34°C, kelembapan 26-82 persen. Kabupaten Bandung berawan, suhu 17-31°C, kelembapan 31-86 persen.
– Denpasar: Cerah, suhu 25-30°C, kelembapan 70-92 persen, angin timur 11-19 km/jam. Bali secara keseluruhan cerah berawan, suhu hingga 34°C, gelombang laut selatan hingga 3 meter.
– IKN Nusantara: Berkabut atau berasap, suhu 25-29°C. Pagi cerah berawan, siang udara kabur, malam cerah.
– Banda Aceh: Hujan ringan, waspada hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang 19-21 Oktober 2026.
– Medan / Sumatera Utara: Hujan ringan di mayoritas kabupaten/kota, suhu 18-32°C.
Gelombang Laut hingga 4 Meter, Waspada Banjir Rob
BMKG juga mengingatkan gelombang laut hingga 4 meter di sejumlah perairan pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Siklon Tropis Campi memberikan dampak tidak langsung terhadap Indonesia berupa gelombang laut kategori sedang di perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara Papua, dan Samudra Pasifik utara Papua.
Selain Siklon Tropis Campi, BMKG memantau sirkulasi siklonik di Laut Andaman, perairan utara Kalimantan Barat, dan Laut China Selatan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah siklon tropis dan sirkulasi siklonik.
Potensi banjir pesisir atau rob diprakirakan terjadi di pesisir Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Awan Cumulonimbus Berpotensi Mengganggu Penerbangan
BMKG turut mengingatkan masyarakat yang menggunakan transportasi udara untuk mewaspadai keberadaan awan cumulonimbus.
“Bagi masyarakat yang menggunakan transportasi udara, waspadai awan hujan cumulonimbus yang tersebar di sejumlah wilayah,” kata Yuyun.
Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, bagian utara Selat Malaka, Samudra Hindia barat Aceh, Laut Natuna Utara, bagian utara Selat Karimata, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara.
Potensi awan cumulonimbus juga terdapat di Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, serta Samudra Pasifik utara Papua.
“Karena itu, selalu ikuti informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan,” imbau Yuyun.
Cuaca Sepekan 19-22 Oktober 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatera Utara, Riau, Kep. Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori Siaga (hujan lebat – sangat lebat) di Aceh dan Sumatera Barat.
Masyarakat diimbau memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan akun media sosial InfoBMKG.








