Sementara Ketua Dewan Pembina PRAJA Sragen M.B Setiadharma dalam sambutan nya mengatakan bahwa PRAJA sejak awal berdiri merupakan organisasi perjuangan. “Pejuang tidak mengenal istilah pensiun. Saya ingin PRAJA juga menjadi wadah bagi para pensiunan perangkat desa agar tetap bisa berkontribusi untuk desa dan organisasi ini,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap regenerasi kepemimpinan, Setiadharma memberikan satu beasiswa pendidikan jenjang S-1 kepada salah satu anggota pengurus baru PRAJA Sragen.
Setiadharma juga menekankan pentingnya peran perangkat desa sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat desa. “Sejak tahun 2014 saya mengikuti perjuangan PRAJA. Meski perjuangannya belum sepenuhnya tercapai, namun saya melihat sudah adanya peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan anggota. Saya berharap kepengurusan yang baru, yang lebih muda dan energik, akan lebih berani, gigih, dan kreatif dalam memperjuangkan hak-hak perangkat desa,” katanya.
Musyawarah Reorganisasi ini menjadi momentum penting untuk menyegarkan kepemimpinan PRAJA Sragen sekaligus memperkuat solidaritas antar Pamong Praja. Dengan kepengurusan yang lebih segar pada masa bakti 2025–2030, organisasi diharapkan makin kuat dalam memperjuangkan hak, meningkatkan kapasitas, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan desa-desa di Kabupaten Sragen.







