KUPANG, SPN – Pemerintah Provinsi NTT mengutuk keras aksi penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan yang menewaskan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN), pada Rabu (09/09/2026). Kedua kerban tersebut yakni Almarhum Wili Mbuik dan Almarhum drh.Alfonsius Mehan.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma mengecam kasus penembakan yang terjadi di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Aksi yang dilakukan orang tidak dikenal tersebut menewaskan tiga ASN pada Dinas Pertanian, dua korban berasal dari NTT.
“Tindakan ini tidak manusiawi dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Bagi saya setiap anak NTT adalah keluarga kita sehingga di mana pun mereka berada keselamatan dan hak-hak mereka harus mendapatkan perlindungan,” kata Wakil Gubernur.
Johni Asadoma meminta aparat penegak hukum untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku penembakan warga sipil. Dikatakan bahwa Pemerintah Provinsi NTT akan terus berkoordinasi dengan Pemprov Papua Pegunungan dan akan melakukan pendampingan kepada keluarga korban.
“Saya turut merasakan duka yang mendalam bersama keluarga korban. Kami minta segera ungkap kasus ini, tangkap para pelaku, dan adili mereka sesuai dengan hukum yang berlaku. Keadilan harus ditegakkan,” ujarnya.
Jenazah Wili Mbuik telah tiba di Kupang pada Jumat (11/09/2026) dan langsung diberangkatkan menggunakan kapal menuju Kabupaten Rote Ndao. Sementara, jenazah drh. Alfonsius Mehan akan diberangkat dari Wamena dan bermalam di Makasar sebelum diberangkatkan ke Labuan Bajo.







