ENDE, SPN – Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Kawasan Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peninjauan tersebut menindaklanjuti hasil koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, yang melaporkan adanya retakan pada kawasan danau akibat gempa bumi di Pulau Flores beberapa waktu lalu.
Menteri Dody mengatakan, pemeriksaan awal bahkan dilakukan menggunakan drone untuk memantau kondisi retakan dan kawasan sekitar danau dari udara.
“Sebetulnya, arahan Mendagri sudah ditindaklanjuti oleh teman-teman di Balai Wilayah Sungai (BWS) NTT dan pada saat itu Dirjen Sumber Daya Air juga sudah datang untuk mengecek, bahkan sampai turunkan drone,” kata Menteri Dody di Ende, Rabu (26/08/2026)
Menteri Dody menjelaskan, retakan yang ditemukan masih tergolong tipis. Namun, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian serius mengingat aktivitas gempa masih terjadi dan berpotensi memperlebar retakan.
Dari hasil peninjauan langsung, Menteri Dody menyebut, belum terlihat adanya tambahan retakan secara kasat mata. Namun, sejumlah titik longsoran baru terlihat di sekitar kawasan dalam satu hingga dua hari terakhir. Longsoran tersebut menyebabkan perubahan pada kondisi tepian danau.
Ia juga mencermati adanya aliran air yang cukup deras dari sejumlah titik di tebing sepanjang jalur dari Kota Ende menuju Kelimutu. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena diduga terdapat rekahan atau jalur rembesan yang memungkinkan air danau berkurang secara perlahan.
“Kalau danaunya melebar kan volume airnya menurun. Terus dilihat sepanjang jalan antara Kota Ende sampai ke Kelimutu banyak sisipan-sisipan air yang turun dari tebing dan itu cukup deras. Jadi memang menunjukkan ada mungkin retakan atau sisipan di dalam danau yang menyebabkan volume air berkurang sedikit-sedikit,” ungkapnya.
Sementara itu, hasil peninjauan terhadap infrastruktur menuju kawasan Danau Kelimutu menunjukkan kondisi yang relatif baik. “Kalau dari sisi infrastruktur dan lain-lain ke arah menuju danau sih saya lihat masih bagus, tidak ada longsoran, tidak ada yang retak, masih okelah,” tuturnya.
Menurut Menteri Pejerjaan Umum, penanganan kawasan Danau Kelimutu memerlukan koordinasi lintas Kementerian, mengingat kawasan danau berada di bawah kewenangan Taman Nasional dan Kementerian Kehutanan. “Nanti saya akan diskusikan dengan Menhut Pak Raja Juli, apa yang bisa saya bantu, bukan memperbaiki, tapi paling tidak men-slowing down lah proses alami karena gempa ini,” ujarnya.









