Saat ini, Kementerian PKP menyediakan kuota 1.000 rumah subsidi untuk wartawan dan akan ditambah 1.000 unit lagi sehingga totalnya 2.000 unit di seluruh Indonesia jika peminatnya banyak. “saya sanggup menyediakan 3.000 rumah subsidi untuk wartawan,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Menteri PKP juga menjelaskan bahwa tantangan pemerintah cukup banyak. Namun demikian Kementerian PKP siap mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto bahwa Program 3 Juta Rumah optimis mampu mendukunh target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Salah satunya, kata Menteri PKP, Kementerian PKP bersama BP Tapera akan berusaha meningkatkan target kuota rumah bersubsidi dari 220.000 unit rumah menjadi 350.000 unit rumah hingga akhir tahun ini. Selain itu, kebijakan BPHTB dan PBG gratis dan cepat serta proses yang mudah diharapkan juga mampu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah dengan harga terjangkau dan berkualitas.
Untuk dapat rumah merealisasikan target 350.000 rumah subsidi yang berkualitas dirinya juga berharap adanya dukungan dari asosiasi pengembang dan DPR. Selain itu, juga para wartawan untuk mensosialisasikan program KPR FLPP sehingga masyarakat bisa mengetahui cara mudah untuk memiliki rumah.
“Saya belajar dari Presiden Prabowo Subianto untuk pantang menyerah dan tidak cengeng saat menghadapi masalah. Kita harus hadapi masalah dengan membuat inovasi dan terobosan di sektor perumahan dan inilah saatnya rakyat punya rumah dengan subsidi pemerintah,” katanya.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid mengaku sangat mendukung program Menteri PKP untuk menyediakan rumah subsidi bagi wartawan. Menurutnya banyak wartawan yang bekerja bertahun-tahun namun lupa untuk memenuhi kebutuhan dasarnya yakni rumah.
“Jumlah jurnalis Indonesia kurang lebih 100.000 orang namun sekitar 70 persen belum memiliki rumah layak. Jadi program ini perlu di dukung penuh dan wartawan di seluruh Indonesia yang belum memiliki rumah juga bisa memiliki rumah subsidi,” harapnya.











