MERAUKE, SPN – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat pasokan irigasi di Kawasan Sentra Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam, Merauke, Papua Selatan, dengan menyiapkan tujuh sumur dalam dan 160 ribu meter kubik air rawa jelang panen raya perdana.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air menjadi kunci di Wanam, terutama saat musim kemarau. Hamparan padi di demplot KM 21 seluas 40 hektare yang ditanam sejak 1 Oktober 2026 terlihat menghijau dan ditargetkan panen awal hingga pertengahan November 2026.
Untuk memastikan kebutuhan air irigasi tetap terpenuhi, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pengembangan sumur dalam yang berpotensi menjadi sumber cadangan air tawar bagi jaringan irigasi di kawasan tersebut.
Berdasarkan hasil survei geolistrik pada Jumat kemarin, terdapat 7 titik yang memiliki potensi air tanah untuk dikembangkan menjadi sumur dalam. Masing-masing titik diperkirakan memiliki debit air sekitar 1–2 liter per detik. Potensi tersebut menjadi dasar untuk memperkuat ketersediaan air, terutama dalam mendukung kegiatan pertanian yang tengah dikembangkan secara bertahap di Wanam.
“Di saat musim kemarau ternyata di sini air mengalir. Kita harus memastikan air tawar ini tersedia dalam kondisi apa pun,” kata Menteri Dody saat meninjau KSPEAN Wanam.
Untuk mengatasi defisit, Kementerian PU menyiapkan dua alternatif. Pertama memanfaatkan air rawa dengan estimasi 160.000 meter kubik. Kedua, pembangunan sumur dalam setelah survei geolistrik untuk mengidentifikasi akuifer.
Data di lokasi panen raya seluas 220 hektare dengan tanam 127 hektare menunjukkan ketimpangan pasokan. Di selatan seluas 107 hektare, kebutuhan 48.384 meter kubik dengan ketersediaan 52.410 meter kubik masih surplus. Namun di utara seluas 20 hektare, kebutuhan 34.560 meter kubik baru tersedia 805 meter kubik.
Kementerian PU juga membangun jaringan irigasi rawa, saluran primer-sekunder, dan pengendali banjir. Hingga 1 Oktober 2026, realisasi jaringan saluran mencapai 133 kilometer dari target 180 kilometer.
“Sekitar Oktober-November akan ada panen raya padi di Wanam sekitar 180 hektare, bisa sekitar 130-140 ton. Bagaimana hebatnya Pak Presiden naruh lumbung pangan nasional di seluruh titik, tidak cuma Jawa, Sumatera, Sulawesi,” ujar Dody.
Pembangunan KSPEAN Wanam merupakan amanat Inpres 14 Tahun 2025 untuk mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto soal swasembada pangan sebagai perisai bangsa dari ketidakpastian global.










