Selain menyampaikan pandangan dalam forum utama, Menteri Dody juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan para mitra internasional di bidang Sumber Daya Air untuk memperkuat kerja sama teknis dan pembiayaan inovatif. Kementerian PU membuka peluang seluasnya bagi investasi luar di sektor infrastruktur air, mengingat kemampuan pendanaan pemerintah yang terbatas.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, kami mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan air dan iklim,” jelas Menteri Dody.
Konferensi Menteri-Menteri OKI ke-5 ini menjadi forum penting untuk meneguhkan komitmen bersama menuju pengelolaan air yang berkelanjutan dan adil. Indonesia juga menyatakan kesiapan mendukung penyelenggaraan World Water Forum ke-11 di Riyadh, Arab Saudi, pada tahun 2027 mendatang, dengan semangat memperkuat ketahanan air global tanpa meninggalkan satu negara pun di belakang.











