JAKARTA, SPN – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga produksi padi nasional di tengah ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung selama 6 bulan ke depan.
Mentan menyebut, El Nino tahun ini berpotensi memicu kekeringan ekstrem yang dijuluki Godzilla El Nino, namun sektor pangan dipastikan tetap aman.
“El Nino itu diperkirakan sampai 6 bulan. Insya Allah sektor pangan tetap aman,” ujar Mentan Amran.
Fokus Pompanisasi dan Irigasi
Pemerintah memperkuat pengelolaan sumber daya air dan mempercepat program pompanisasi untuk menjaga standing crop padi tetap produktif. Langkah ini juga dilengkapi pembangunan irigasi, embung, optimalisasi lahan sawah dan rawa, hingga program cetak sawah sesuai arahan Presiden.
Alokasi Asuransi 100 Ribu Hektare
Selain intervensi teknis, Kementerian Pertanian (Kementan) juga menyiapkan jaring pengaman finansial bagi petani melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) seluas 100.000 hektare pada 2026.
AUTP ini untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat kekeringan, banjir, maupun serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) seperti wereng, tikus, dan blas.
“Selain menyiapkan infrastruktur pengairan dan pompanisasi, kami juga menyiapkan mitigasi dari sisi finansial melalui AUTP. Tahun ini Kementan mengalokasikan perlindungan AUTP untuk 100.000 ha lahan pertanian di seluruh Indonesia,” kata Dirjen PSP Kementan, Andi Nur Alam Syah.
Stok Beras Aman Hingga Juni 2027
Mentan juga memastikan stok beras nasional aman hingga Juni 2027 meski di tengah El Nino. Saat ini cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog sekitar 5 juta ton, dengan total ketersediaan nasional diperkirakan 25-26 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi bulanan 2,5-2,6 juta ton.
Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah menambah alokasi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) medium sebanyak 1 juta ton dan mendorong percepatan operasi pasar besar-besaran.










