AMBON, SPN – Anggota DPRD Kota Ambon, Lucky Upulatu Nikijuluw, mendorong Lomba Gerak Jalan Indah (LGJI) Amboina ditetapkan sebagai agenda wisata tahunan tetap Kota Ambon. Ia menilai event budaya tradisional ini memiliki potensi besar untuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Maluku.
“LGJI ini bukan sekadar lomba. Ini adalah warisan budaya masyarakat pesisir yang punya nilai jual tinggi. Kalau dikelola profesional dan masuk kalender wisata, efeknya bisa dirasakan langsung oleh UMKM, hotel, transportasi, hingga kuliner,” ujar Lucky saat ditemui di Ambon, Sabtu (05/09/2026).
Menurutnya, dengan status agenda tahunan, LGJI bisa dikurasi lebih baik, dipromosikan secara nasional, bahkan internasional. Hal ini dinilai penting agar Ambon tidak hanya dikenal sebagai kota musik, tetapi juga punya ikon wisata budaya yang kuat.
“Bayangkan kalau setiap tahun wisatawan sengaja datang ke Ambon untuk nonton LGJI. Multiplier effect nya pasti besar. Ekonomi masyarakat sekitar lokasi event akan hidup,” jelasnya.
Lucky juga meminta Pemerintah Kota Ambon bersama Dinas Pariwisata untuk segera berkolaborasi dengan komunitas penyelenggara LGJI. Ia mengusulkan agar saat event berlangsung juga dirangkaikan dengan festival kuliner, pameran produk UMKM, dan paket wisata.
“Pemerintah harus hadir. Beri dukungan anggaran, promosi, dan infrastruktur. Jangan biarkan event sebagus ini jalan sendiri. Kita butuh keseriusan agar LGJI naik kelas,” tegas politisi dapil Kota Ambon itu.
Saat ini LGJI Amboina masih digelar secara swadaya oleh komunitas. Padahal animo masyarakat dan wisatawan terhadap event ini terus meningkat setiap tahun.
Dengan masuknya dukungan pemerintah, Lucky optimis LGJI Amboina bisa masuk dalam kalender wisata nasional Kementerian Pariwisata. “Mari kita jadikan LGJI sebagai ikon baru wisata budaya Maluku,” tutupnya.
Lomba Gerak Jalan Indah Amboina 2026 menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT Gereja Protestan Maluku (GPM) ke-91 pada 6 September dan HUT Kota Ambon ke-451 pada 7 September 2026. Dengan jumlah peserta yang mencapai 114 barisan, Lucky melihat kegiatan ini memiliki modal kuat untuk dikembangkan bukan sekadar sebagai perlombaan, tetapi sebagai produk wisata, ruang promosi budaya dan penggerak ekonomi masyarakat Ambon.







