Lembah Anai Kembali Fungsional, Penanganan Permanen Dikebut dan Jalan Tol Alternatif Disiapkan

Avatar photo
Menteri Dody Saat Meninjau Lembah Anai Sumbar (Foto : Birkom PU)
Menteri Dody Saat Meninjau Lembah Anai Sumbar (Foto : Birkom PU)

Sematera Barat SPN – Ruas Lembah Anai, jalur strategis penghubung Padang–Bukittinggi, kembali bisa dilalui setelah sempat terdampak longsor dan banjir. Jalur ini telah berfungsi sejak 16 Desember 2025, meski masih diberlakukan pengaturan waktu seiring berlangsungnya pekerjaan pengamanan lereng.

Kondisi tersebut ditinjau langsung Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi. Peninjauan dilakukan untuk memastikan konektivitas warga tetap terjaga sekaligus mempercepat penanganan permanen di kawasan rawan bencana itu.

“Lembah Anai ini sudah fungsional sejak 16 Desember. Saya juga sudah instruksikan agar ruas ini dipermanenkan. Konstruksi dan penanganan bukit sedang berjalan. Saya minta pada H-7 Lebaran nanti ruas ini bisa beroperasi 24 jam,” ujar Menteri Dody. Rabu (28/01/2026)

Saat ini, ruas Lembah Anai hanya dibuka pada jam tertentu, yakni sore hingga pagi hari. Menjelang arus mudik Lebaran, seluruh alat berat ditargetkan sudah keluar dari jalur agar lalu lintas bisa dibuka penuh.

Penanganan permanen ditargetkan rampung pada Juli 2026, dengan memperhitungkan kondisi cuaca dan karakteristik geografis wilayah. Di luar itu, Kementerian PU juga menyiapkan solusi jangka panjang berupa rencana pembangunan jalan tol alternatif melalui terowongan yang menembus kawasan perbukitan Lembah Anai.

“Target permanen kita Juli 2026. Setelah itu kita mulai siapkan rencana jalan tol melalui tunnel. Lembah Anai ini padat dan sering terkena musibah. Sesuai arahan Presiden, harus ada jalan alternatif jika ruas utama bermasalah,” kata Menteri Dody.

Menurutnya, rencana terowongan tersebut sebenarnya sudah dikaji sejak 2017 melalui studi JICA, yang menyatakan struktur bukit di kawasan itu cukup kuat untuk menopang lalu lintas.

Selain jalan dan terowongan, penanganan tebing rawan longsor juga menjadi fokus. Penguatan lereng dan pembangunan struktur pelindung dilakukan agar jalan dapat bertahan dalam jangka panjang.

“Kalau jalannya ditangani, tebingnya juga wajib ditangani. Kalau tidak, jalannya tidak akan bertahan lama,” tegas Menteri Dody.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menilai Lembah Anai merupakan urat nadi perekonomian Sumatera Barat yang kerap terdampak bencana. Karena itu, pembangunan jalan tol melalui terowongan dinilai sebagai solusi strategis.

“Lembah Anai hampir setiap tahun terkena bencana. Kami mendorong pembangunan jalan tol sebagai alternatif Sicincin–Bukittinggi. Insyaallah akhir 2026 pembangunannya bisa dimulai,” ujarnya.