PULAU TIDUNG, SPN — Di tengah kesehariannya mengabdikan diri sebagai marbot musala di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Udin Hidayat (72) merasakan betul manfaat bantuan pangan yang diterimanya secara rutin setiap bulan. Bantuan paket sembako ini menjadi berkah tersendiri untuk menopang kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Warga RT 001 RW 01 Kelurahan Pulau Tidung tersebut merupakan salah satu dari ratusan penerima manfaat program Sembako dan Doa Antheia Sedekah yang disalurkan di Gedung Pelabuhan Utama Pulau Tidung, Kamis (20/8/2026). Udin menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepedulian yang dihadirkan oleh Haji Robet beserta keluarga besarnya.
“Dengan adanya sembako dan doa, artinya sedekah dari Bapak Haji Robet dan sekeluarga besarnya. Terima kasih atas pemberian sedekahnya berupa sembako. Saya sebagai penerima sangat bersyukur, bermanfaat,” ujar Udin. Ia turut mendoakan agar keluarga besar pemberi bantuan senantiasa diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah.
Rasa syukur serupa juga diungkapkan Maesaroh (62), seorang warga Pulau Tidung yang hidup sendiri setelah ditinggal suaminya. Meski mendapat dukungan dari anak-anaknya, bantuan pangan ini dinilai sangat membantu meringankan kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Wujud Nyata TJSL untuk Warga Kepulauan
Kisah Udin dan Maesaroh merupakan bagian kecil dari luasnya cakupan program santunan sembako rutin yang menyasar warga dhuafa di wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Secara keseluruhan, terdapat 464 penerima manfaat yang mendapati bantuan bulanan ini.
Bantuan tersebut tersebar di lima wilayah, yakni 121 penerima di Pulau Untung Jawa, 76 penerima di Pulau Lancang, 24 penerima di Pulau Pari, 233 penerima di Pulau Tidung, dan 10 penerima di Pulau Payung. Program santunan rutin ini merupakan bentuk realisasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) yang disalurkan melalui The Antheia Project dan Yayasan Al-Qohhar.
Perwakilan The Antheia Project, Achmad Fairuz, menjelaskan bahwa paket bantuan yang diberikan dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar gizi masyarakat. “Paket bantuan terdiri dari beras 10 kilogram, minyak goreng satu liter, gula pasir setengah kilogram, teh celup, tiga bungkus abon, kerupuk ikan, serta teri olahan asal Lancang yang diproduksi oleh pelaku UMKM Kepulauan Seribu,” jelas Achmad Fairuz. Penggunaan produk olahan lokal asal Pulau Lancang ini sekaligus memberikan ruang bagi UMKM setempat untuk ikut berperan dalam program sosial tersebut.
Apresiasi Pemerintah Kelurahan
Lurah Pulau Tidung, H. Saudin, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi kepedulian yang ditunjukkan oleh Haji Robet dan Ibu Ruhani kepada masyarakat, khususnya bagi warga yatim, janda, dan lansia.
“Saya secara prinsip sangat bangga dan berterima kasih kepada Haji Robet dan Ibu Ruhani yang sudah memberikan bantuan kepada masyarakat, khususnya Kelurahan Pulau Tidung, baik itu yatim maupun para janda dan lansia yang mendapatkan bantuan sembako,” ungkap Saudin. Ia berharap kebaikan ini terus membawa keberkahan dan kesehatan bagi keluarga pemberi bantuan.
Kegiatan penyaluran bantuan ini turut dihadiri oleh Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu Munawar, perwakilan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan Mahtum, sejumlah undangan, serta didukung oleh pengamanan dan pendistribusian dari anggota Satpol PP. Bagi sosok seperti Udin Hidayat, perhatian rutin setiap bulan ini bukan sekadar paket sembako biasa, melainkan bentuk nyata kepedulian yang memberikan arti besar dalam menjalani hari-hari pengabdiannya di tengah masyarakat kepulauan.






