NABIRE, SPN – Ketua DPRK Nabire, Nency Karolin Worabay meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus pembunuhan putri salah satu sekolah SMP inisial CKC di Nabire secara transparan. Ia juga menyoroti penerapan pasal terhadap tersangka yang masih berstatus anak.
Pernyataan itu disampaikan Nancy Worabay menyikapi kasus yang menyita perhatian publik Nabire dalam beberapa hari terakhir.
Pernyataan itu dikemukakan Nancy pada Selasa (04/08/2026) setelah mengikuti perkembangan penanganan perkara yang tengah dilakukan penyidik Polres Nabire. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan DPRK bukan untuk mengintervensi proses hukum, melainkan memastikan masyarakat dan keluarga korban memperoleh kepastian bahwa penanganan perkara berjalan sesuai prosedur.
Nancy menegaskan lembaga legislatif memiliki tanggung jawab moral sebagai representasi masyarakat untuk mengawal kasus yang telah menyita perhatian publik tersebut.
“Kami di DPR meminta kasus ini diusut seterang-terangnya dan setransparan-transparannya. Keluarga korban dan masyarakat berhak tahu proses hukumnya seperti apa,” ujar Nansy Worabay
Ia menegaskan, lembaga legislatif mendorong agar penyidikan dilakukan secara profesional dan tidak ada yang ditutup-tutupi.
Selain transparansi, Nancy juga menyoroti aspek hukum terhadap para tersangka. Mengingat ada tersangka yang masih di bawah umur, ia meminta aparat menerapkan ketentuan dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak.
“Kita pahami ada tersangka yang masih anak. Karena itu penegakan hukumnya harus sesuai UU SPPA. Tujuannya bukan hanya memberi efek jera, tapi juga untuk pembinaan. Tapi itu tidak mengurangi rasa keadilan untuk korban dan keluarga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nancy Worabay mengajak seluruh elemen masyarakat Nabire untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Ia juga mengimbau agar tidak ada main hakim sendiri maupun penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial.
Sebelumnya, kasus pembunuhan yang menimpa CKC di Nabire menggegerkan warga. Polres Nabire telah meminta keteranga sejumlah orang untuk mengungkap kasus tersebut.
Hingga berita ini ditulis, proses penyidikan di Polres Nabire masih terus berlangsung.






