SPN, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan air bersih bagi masyarakat sekaligus mendukung pasokan air untuk lahan pertanian yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait kesiapan pemerintah menghadapi El Nino dan kondisi kekeringan.
Penanganan dilakukan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Selatan dengan melibatkan pemerintah daerah serta instansi terkait.
Di Kota Makassar, BPBPK Sulawesi Selatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menyalurkan air bersih kepada masyarakat di Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, dan Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo.
Sebanyak 10.000 liter air bersih disalurkan menggunakan dua kali distribusi mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. Air tersebut bersumber dari PDAM Kota Makassar dan diperuntukkan bagi sekitar 400 jiwa di Kelurahan Kapasa serta 230 kepala keluarga atau sekitar 815 jiwa di Kelurahan Rappokalling.
Selain memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Kementerian PU juga melakukan penanganan terhadap lahan pertanian yang terdampak kekeringan.
Di Kabupaten Jeneponto, BBWS Pompengan Jeneberang bersama Dinas PU Kabupaten Jeneponto mendistribusikan air ke sawah di Desa Kayuloe dan Empoang Utara, Kecamatan Turatea. Penyaluran dilakukan menggunakan tiga unit pompa dengan total kapasitas 54 liter per detik untuk mendukung pengairan lahan seluas sekitar 45 hektare.
Ketiga pompa tersebut masing-masing memiliki kapasitas 15 liter per detik, 35 liter per detik, dan 4 liter per detik. Salah satu pompa berkapasitas 4 liter per detik dioperasikan menggunakan tenaga surya melalui sistem solar cell.
Sementara itu, di Kabupaten Pinrang, BBWS Pompengan Jeneberang melakukan pengangkatan dan penataan sedimen pada Saluran Induk/Pembuang Pekabata menggunakan satu unit excavator PC 200. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk memperlancar aliran air pada saluran irigasi sepanjang kurang lebih 2 kilometer yang melayani area pertanian sekitar 5.412 hektare.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan kekeringan perlu dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Ketersediaan air, menurutnya, menjadi faktor penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga produktivitas pertanian.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody.
Penanganan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian PU menjaga ketersediaan air selama kondisi kekeringan. Selain mengoptimalkan sarana dan prasarana yang tersedia, koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk menyesuaikan penanganan dengan kebutuhan masyarakat dan pertanian di masing-masing wilayah.
Kementerian PU juga terus memantau perkembangan kondisi kekeringan dan menyiapkan langkah penanganan sesuai kebutuhan, khususnya untuk memastikan pasokan air bagi masyarakat terdampak serta lahan pertanian tetap tersedia.








