JAKARTA, SPN – Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, masih terus berlangsung. Hingga Rabu (1/7), luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare.
Berdasarkan informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran yang terjadi sejak Selasa (30/6) tersebut sulit dipadamkan karena material yang terbakar didominasi tumpukan sampah dan bahan mudah terbakar dan mengandung gas metana. Selain itu, titik api berada pada timbunan sampah dengan ketinggian tertentu sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Kondisi cuaca yang panas serta embusan angin kencang juga menyebabkan api dengan cepat merambat ke sejumlah titik.
Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, Kepala BNPB, Suharyanto, menginstruksikan pengerahan dua unit helikopter water bombing guna mendukung pemadaman dari udara.
“Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca,” ujar Suharyanto dilansir dari antara,Kamis (2/7/2026).
Selain dukungan udara, upaya pemadaman di darat terus dilakukan dengan mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi. Petugas memfokuskan penanganan pada area yang masih dapat dijangkau guna menahan laju penyebaran api.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melaporkan sebanyak 154 warga mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang diduga dipicu paparan asap kebakaran.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan mayoritas warga yang terdampak merupakan ibu dan balita.
“Sejak Selasa malam sudah sekitar 154 orang yang kami periksa. Mayoritas mengalami ISPA,” kata Hendra.
Ia menjelaskan, satu orang ibu hamil telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, sedangkan warga lainnya mendapat pelayanan kesehatan di lokasi.
Sebagai langkah penanganan, Dinas Kesehatan telah menerjunkan 25 tenaga medis melalui puskesmas di wilayah Kecamatan Rajeg, Mauk, dan Sukadiri.
Pemerintah Kabupaten Tangerang juga membuka lima titik layanan kesehatan yang terdiri atas empat posko dan satu pos siaga di sekitar lokasi kebakaran untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Selain itu, seluruh puskesmas diminta meningkatkan kesiapsiagaan apabila sebaran asap meluas ke wilayah lain, termasuk menyiapkan masker dan pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan. ***
